Kamis, 5 Maret 2026

Alasan Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei

Rusia merayakan kemenangan mereka di Perang Dunia II pada 9 Mei. Itu merupakan hari libur nasional yang lain dari yang lain.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Alasan Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei
tribunnews
Tentara Rusia berbaris 

Perayaan Hari Kemenangan menjadi semakin meriah, namun setiap tahun semakin sedikit veteran perang dan saksi mata yang masih hidup dan bisa ambil bagian dalam pesta tersebut.

Narasi tentang perang besar Rusia dalam mengalahkan Nazisme juga diabadikan dalam amandemen Konstitusi Rusia pada 2020.

Di antara perubahan lainnya, yang menekankan nilai konservatif dan nasionalisme, warga Rusia dilarang mempertanyakan narasi sejarah resmi tentang kemenangan tersebut.

"Kultus Kemenangan dihidupkan kembali di Rusia pada tahun 2000-an dengan jauh lebih megah daripada di zaman Soviet. Itu sebabnya triumfalisme (perayaan kemenangan) terus mengemuka baik di media maupun dalam kesadaran massa," kata Oleg Budnitsky, Direktur Pusat Internasional untuk Sejarah dan Sosiologi Perang Dunia Ii di Sekolah Tinggi Ekonomi di Moskwa kepada BBC.

"Ada konsekuensi positifnya, misal, fokus yang lebih besar pada sejarah perang. Jutaan dokumen dipublikasikan dan didigitalkan.

Tetapi di sisi lain - kita menyaksikan peningkatan militerisasi massa," kata sang pakar, merujuk pada slogan.

"Kita bisa melakukannya lagi" yang mulai muncul dalam perayaan Hari Kemenangan Rusia selama satu dekade terakhir, kemungkinan besar mengisyaratkan bahwa tentara Rusia dapat mengambil alih setengah dari Eropa lagi seperti pada tahun 1945.

Perayaan patriotik massal tidak memperkaya pengetahuan faktual.

Sejarawan menunjukkan bahwa narasi Perang Dunia II, atau, Perang Patriotik Raya seperti yang dikenal di Rusia, kerap mengecilkan elemen-elemen kunci, seperti besarnya kerugian nyawa yang diderita Uni Soviet dalam upayanya menghentikan invasi Jerman.

Menurut survei pemerintah pada 2020, mayoritas warga Rusia tidak banyak tahu tentang bagaimana dan di mana kerabat-kerabat mereka pada masa perang.

Kurang dari sepertiga anak berusia 18-24 tahun tahu kapan Perang Patriotik Raya dimulai (ketika Nazi Jerman menyerang Uni Soviet pada Juni 1941).

Sejak dimulainya ketegangan di timur Ukraina pada 2014, media pemerintah telah meningkatkan penekanan pada komponen patriotik dari perang melawan Nazi.

Ketika otoritas Rusia secara keliru mengklaim bahwa kelompok ekstrem kanan telah berkuasa di Ukraina, mereka menggarisbawahi peran historis Rusia dalam mengalahkan Fasisme.

Beberapa gerakan warga sipil di akar rumput untuk memperingati mereka yang gugur dalam perang diambil alih oleh negara.

Misalnya, pada 2011, sekelompok jurnalis independen di kota Tomsk, Siberia, memulai gerakan untuk memperingati mereka yang gugur dalam perang dan menamakannya "resimen abadi".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved