Penyebab Kebanyakan Kecelakaan Pemudik, Ketahui Microsleep dan Pencegahannya
microsleep adalah salah satu kondisi saat berkendara di perjalanan mudik yang perlu diwaspadai. Perlu diketahui, microsleep adalah sesi tidur singkat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Microsleep.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pukul 20.00 Wita, Kamis (28/4/2022), aku pulang dari kantor TribunGorontalo.com.
Di tengah perjalanan, aku merasakan kantuk tak tertahankan.
Beberapa detik kemudian aku baru sadar ternyata aku baru saja tertidur dan hampir menabrak kendaraan di depan.
Itulah pengalaman saya saat mengalami microsleep. Apakah itu?
Dikutip dari Kompas.com, microsleep adalah salah satu kondisi saat berkendara di perjalanan mudik yang perlu diwaspadai.
Perlu diketahui, microsleep adalah sesi tidur singkat selama kurang dari 30 detik.
Saking singkatnya, gangguan tidur ini kerap tidak disadari.
Normalnya, otak manusia baru bisa mengingat sesi tidurnya setelah istirahat lelap setelah satu menit.
Bahaya microsleep saat berkendara dapat memicu kecelakaan fatal di jalan raya, termasuk di perjalanan mudik.
Untuk meningkatkan kewaspadaan pada gangguan tidur ini, kenali gejala microsleep saat berkendara di perjalanan mudik dan penyebabnya.
Dilansir dari beberapa sumber, ada beberapa gejala microsleep saat berkendara di perjalanan mudik yang pantang disepelekan, yakni:
- Terus-terusan menguap
- Mata terasa sangat berat
- Mata lebih sering berkedip
- Mendadak kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala