Kamis, 19 Maret 2026

Suku San, Penduduk Asli Afrika Selatan Jauh Dari Peradaban Kini Terancam Kelangsungan Hidupnya

Bushmen menerapkan gaya hidup nomaden dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan, air dan hewan buruan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Suku San, Penduduk Asli Afrika Selatan Jauh Dari Peradaban Kini Terancam Kelangsungan Hidupnya
Flickr/ Tee La Rosa
Suku San/ Bushmen 

TRIBUNGORONTALO.COM - Suku San atau dikenal sebagai Bushmen.

Melansir laman Pulse.ng, Selasa (26/4/2022), suku San diketahui sebagai penduduk asli pertama Afrika Selatan.

Mereka sudah hidup di pulau tersebut lebih dari 30.000 tahun yang lalu.

Suku San diyakini sebagai ras paling kuno di dunia.

Mereka memiliki keterampilan menggunakan busur dan anak panah untuk melumpuhkan hewan.

Bushmen menerapkan gaya hidup nomaden dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan, air dan hewan buruan.

Suku San disebut pencipta asli seni lukisan pada batu dan gua, yang biasa ditemukan dekat dengan tempat tinggal sementaranya.

Mereka menggunakan pewarna dan pigmen dari tumbuhan, mineral, kulit telur, dan darah hewan untuk menggambar serta melukis.

Biasanya ada bentuk pembagian kerja dalam kegiatan sehari-hari mereka.

Penduduk laki-laki pergi berburu, sedangkan perempuan mengumpulkan makanan dan pakan ternak sebagai bahan tanaman untuk sumber konsumsi utama.

Sementara penduduk yang masih anak-anak, tidak memiliki tugas apapun selain bermain.

Sebagai hasil dari keterampilan berburu mereka yang unik dan tajam, penduduk suku San menjadi sangat baik dalam hal pelacakan.

Intuisi mereka tajam, tepat, dan akurat.

Saat ini, suku San masih ditemukan di Afrika Selatan, Botswana, Zambia, Lesotho, Zimbabwe, Angola, dan Namibia.

Biasanya ada empat kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi dan membedakan mereka dari keturunan Afrika lainnya.

Mereka biasanya memiliki sejarah mengumpulkan makanan dan berburu, bahasa dapat membantu mengidentifikasi mereka, identifikasi oleh diri sendiri dan fitur karakteristik yang berbeda.

Pada zaman sekarang ini, beberapa penduduk suku San telah bersembunyi karena eksploitasi berlebihan dari pemerintah dan orang asing terhadap budaya dan cara hidup mereka.

Sementara penduduk suku San lain juga sama-sama terlantar karena tingginya permintaan untuk konservasi satwa liar, sehingga kehilangan rumah asli mereka.

Semua faktor tersebut pada akhirnya diduga akan menghancurkan cara hidup mereka yang unik. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Mengenal San, Suku Tertua di Afrika yang Kini Kelangsungan Hidupnya Terancam, https://travel.tribunnews.com/2022/04/26/mengenal-san-suku-tertua-di-afrika-yang-kini-kelangsungan-hidupnya-terancam?page=2.
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Kurnia Yustiana

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved