Jumat, 6 Maret 2026

Litbang Kompas: 43 Persen Responden Anggap Pemerintah Tak Mampu Sediakan Bahan Pokok

Sebanyak 66,3 persen menganggap pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak mampu mengendalikan kenaikan harga bahan pokok di bulan puasa.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Litbang Kompas: 43 Persen Responden Anggap Pemerintah Tak Mampu Sediakan Bahan Pokok
TribunGorontalo.com/AgungPanto
(Ilustrasi) Telur di Pasar Sentral, Jumat (22/4/2022). 

Isu ini tetap disuarakan meskipun Presiden Jokowi dan pimpinan DPR sebelumnya sudah menegaskan bahwa pemilu akan digelar sesuai jadwal.

"Intinya kita akan terus mengawal, kita akan terus bersuara hingga Presiden Jokowi betul-betul selesai di 2024, Pemilu betul-betul tidak ditunda, Presiden Jokowi betul-betul tidak 3 periode," kata Melki.

Total, ada tujuh tuntutan yang akan disampaikan para mahasiswa, berikut daftarnya: Tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi.

Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis. Sahkan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki.

Wujudkan reforma agraria sejati. Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM. Dalam menyampaikan tujuh tuntutan itu, mahasiswa akan menyebar di dua lokasi yang berbeda.

"Ada dua (lokasi aksi demonstrasi), di Patung Kuda dan DPR. Kami di Patung Kuda (dekat) Istana," ujar Ketua BEM UI Bayu Satria Utomo.

Jalan ditutup mulai pukul 09.00 Sehubungan dengan adanya demo tersebut, Polda Metro Jaya berencana menutup akses jalan menuju Istana Negara dan Gedung DPR/MPR pada Kamis pagi.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo berujar, kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Salah satunya dengan menutup jalan ke kawasan Istana Negara.

"Pertama seperti biasa di Patung Kuda, itu akan kami tutup di depan Gedung Sapta Pesona. Kemudian seputaran Istana, Harmoni, Gambir yang menuju ke Istana, termasuk (Jalan) Veteran 1, 2, dan 3," ungkap Sambodo.

Polda Metro Jaya juga akan menutup Jalan Gatot Subroto menuju Gedung DPR/MPR. Nantinya, para pengendara yang mengarah ke Slipi akan langsung diarahkan masuk ke jalur transjakarta.

"Kemudian di depan DPR/MPR sendiri untuk supaya mencegah tindakan anarkistis seperti kemarin, maka dari pagi jalur di depan DPR/MPR akan kami tutup," kata Sambodo.

"Kemudian kami sisakan hanya satu lajur yang melalui jalur busway," sambungnya. Penutupan jalan menuju Istana Negara dan Gedung DPR/MPR akan dilaksanakan mulai pagi.

"Kami lakukan sejak pagi mungkin sekitar pukul 09.00 WIB atau pukul 10.00 WIB," ujar Sambodo. Sementara itu, rekayasa lalu lintas di kawasan Harmoni bersifat situasional. Jalan akan ditutup ketika massa sangat banyak jumlahnya.

"Tapi yang jelas kalau di Sapta Pesona ditutup, Harmoni juga harus ditutup, itu akan dilakukan secara bersamaan," kata Sambodo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved