Elektabilitas Prabowo Unggul di Jawa Barat, Ini Kata Sekjen Gerindra

Elektabilitas Prabowo Subianto tinggi di Jawa Barat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, dukungan masyarakat Jawa Barat.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews
Menhan Prabowo Subianto didampingi Rektor UGM Prof Panut Mulyono, MEng, DEng di Kampus UGM, Jumat (4/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Elektabilitas Prabowo Subianto tinggi di Jawa Barat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, dukungan masyarakat Jawa Barat terhadap partai ini termasuk kepada Prabowo Subianto cukup kuat.

Menurut dia, dukungan tersebut harus dijawab dengan menjadikan Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2024 dan memenangkannya.

"Pak Prabowo dua kali menang di Jawa Barat, Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Ini membuktikan bahwa kepercayaan rakyat Jawa Barat ke Prabowo dan Partai Gerindra begitu luar biasa," kata Muzani saat menghadiri buka bersama dengan pengurus Partai Gerindra se-Bandung Raya, dalam keterangan yang diterima, Senin (25/4/2022).

Ia menambahkan, dengan diraihnya 18 kursi DPR Gerindra di Jawa Barat, menjadi cukup bukti bawa partai ini cukup diperhitungkan.

Selain itu, berkaca dari beberapa hasil survei popularitas dan elektabilitas, ia mengklaim bahwa Prabowo akan maju di dalam kontestasi nasional tersebut sebagai capres.

Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas Prabowo dominan dibandingkan kandidat lainnya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan 34 DPD Gerindra kepada Prabowo.

"Pertanyaannya, apakah Pak Prabowo maju pada 2024? Pak Prabowo adalah pejuang, beliau akan maju sampai tujuan itu tercapai," ucap Muzani.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh kader mulai bergerak untuk memenangkan Prabowo dan Gerindra. Bahkan, ia meminta agar gerakan itu dimulai dari tingkat desa hingga pusat.

"Tanamkan lah semangat Prabowo presiden, Gerindra menang, 2024 Prabowo harus menang kembali di Jabar," tegasnya.

Tak Mungkin Perbedaan 01 dan 02 Terus Dipelihara

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, sebagai negara besar, Indonesia harus memiliki pemimpin yang menjunjung tinggi persatuan.

Ia menekankan, untuk menjaga persatuan, semua pihak tidak boleh cepat tersinggung, apalagi dengan mementingkan harga diri dan kepentingan pribadi.

Menurutnya, hal tersebut yang membuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilih untuk menjaga persatuan bangsa usai Pilpres 2019 dengan bergabung ke kabinet Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Pembelahan yang mengancam persatuan bangsa amatlah nyata dan Pak Prabowo tidak mau bangsa ini terbelah, apalagi sampai terjadi pertumpahan darah. Karena itu, beliau memutuskan untuk menjaga persatuan ini dengan bersama-sama membangun pemerintah di bawah kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Muzani saat menghadiri acara silaturahmi dengan ulama, pimpinan ormas, akademisi, dan cendekiawan masyarakat Jawa Barat di Gedung Yayasan Darul Hikam, Bandung, Sabtu (23/4/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved