Suara Perempuan Gorontalo
Intan Lahiya Mahasiswi UNG Maknai Hari Kartini: Tak Sekadar Kata-kata
Raden Ajeng Kartini merupakan pahlawan paling fenomenal di Indonesia. Semasa hidup, Kartini memang tidak pernah mengangkat senjata.
Editor:
Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Intan Lahiya (kacamata hitam) saat aksi mahasiswa Gorontalo belum lama ini.
Karenanya Kartini bertekad untuk membangun sekolah wanita pertama, yang akhirnya berhasil didirikan di sebelah kantor Pemerintahan Kabupaten Rembang kala itu.
Ia sadar bahwa latar belakang pendidikan yang kuat mampu mempelopori tercapainya emansipasi wanita Indonesia di masa depan.
Sesuai dugaan, hasil buah pikir Kartini mulai menunjukan hasilnya saat ini. Sudah banyak wanita Indonesia yang memimpin perusahaan besar, menjadi atlet, ilmuan, hingga seorang diplomat handal.
Makna ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ tidak berhenti hanya sekadar kata-kata. (*)
Intan Lahiya, mahasiswi Manajemen Fakultas Ekonomi-Universitas Negeri Gorontalo dan Ketua Bidang Keperempuanan Persatuan Aksi Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone Bolango Gorontalo (PAPMIB-G)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/210422-Intan-Lahiya.jpg)