TNI-Polri Diminta Terlibat Tertibkan Parkir Liar di Pasar Senggol Gorontalo

Kata Espin, perlu ada pengaturan khusus yang melibatkan aparat keamanan seperti TNI dan Polri agar praktik-praktik penguasaan lahan parkir bisa dikend

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Ist
Pasar Senggol di Makassar/Tribunnews Makassar 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Parkir liar menjadi satu dari sekian banyak fenomena yang muncul saat Pasar Senggol dibuka di Gorontalo. Persoalan ini pun kadang meresahkan warga yang berbelanja. Tidak jarang konflik pun terjadi. 

Espin Tulie, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo pun meminta TNI-Polri dilibatkan dalam pengaturan parkir liar ini. Pasalnya, Pasar Senggol menjadi moment masyarakat dan pelaku UMKM untuk menjajakan dagangannya, jadi jangan sampai aksi premanisme di parkir liar justru mengganggu masyarakat, terlebih lalu lintas. 

Baca juga: Pemkot Gorontalo Batasi Jumlah Pedagang Pasar Senggol Tahun Ini

Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo selaku Koordinator Kabupaten Kota melalui Dinas Perhubungan, dapat menghilangkan premanisme atau kekuasaan yang melebihi batas dan kewenangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. 

Kata Espin, perlu ada pengaturan khusus yang melibatkan aparat keamanan seperti TNI dan Polri agar praktik-praktik penguasaan lahan parkir bisa dikendalikan. 

Espin menegaskan, penguasaan lahan parkir ini tdk bisa dimonopoli oleh sekelompok orang, hal ini agar menghindari hal-hal yg tidak diinginkan.

Baca juga: Kabar Baik! Pasar Senggol Tahun 2022 Ini Diizinkan Buka

"Kami akan berkoordinasi dengan dinas dan komisi yg menjadi mitra dari perhubungan," jelasnya.

Pemerintah Kota Gorontalo memang akan berencana kembali menggelar Pasar Senggol. Pembukaan itu setelah dua tahun pasar ini tidak diizinkan karena alasan pandemi Covid-19. 

Masyarakat pun bersuka cita menyambutnya. Banyak warga yang lantas mengaku tidak sabar menunggu pembukaan pasar senggol. 

Pasar Senggol diartikan sebagai pasar yang pengunjungnya harus berdesak-desakan atau bersentuhan. Sebab, biasanya ribuan massa akan mengunjungi pasar ini dalam waktu yang sama. Alasannya karena memang hanya digelar setahun sekali. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved