Mandi Junub Setelah Imsak, Batalkah Puasa?

Bagaimana jika orang tersebut terlambat mandi junub atau mandi besar hingga siang hari atau setelah imsakiyah

Editor: Fajri A. Kidjab
Istimewa
Ilustrasi Mandi Wajib 

TRIBUNGORONTALO.COM - Mandi besar atau mandi junub wajib dilakukan oleh umat Islam yang berhadas besar.

Bagaimana jika orang tersebut terlambat mandi junub atau mandi besar hingga siang hari atau setelah imsakiyah, padahal mereka melakukan telah melakukan hal yang membuat hadas besar di malam harinya.

Apakah baru melakukan mandi junub siang hari seperti itu bisa membatalkan puasa Ramadhan? Jika yang bersangkutan sedang puasa, simak penjelasan Ustaz Wahid Ahmadi dari Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah berikut ini:

"Mungkin kasusnya dia taruhlah jam 10 malam dia melakukan jima' atau jam 12 lebih malam lagi.

Kemudian, setelah melakukan jima', dia tertidur, ternyata tidak ada yang membangunkan sampai jam 10 pagi, kan begitu kasusnya.

Bahkan dia juga belum salat subuh.

"Nah, jika memang seperti itu kasusnya, benar-benar tertidur, tidak ada yang membangunkan, ya tidak ada masalah."

Selama dia sudah niat, jadi taruhlah dia tarawih, dia sudah niat besok mau puasa.

"Jam 12 (malam) dia melakukan itu lalu junub ternyata tertidur, kelelahan sampai jam 10 (pagi), itu dia puasanya tidak apa-apa."

Dia salat subuh diqadha, terus melakukan puasanya tanpa sahur ya tadi malam, tidak masalah.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved