Lima Amalan Sunnah Ini Sering Dianggap Biasa, Tapi Pahala Luar Biasa

Bulan Ramadan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah.

Tribunnews.com
Ilustrasi Bukber Ramadhan 

130 Ibnu Abi Jamroh mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa sahur itu diakhirkan.” 

Menyegerakan berbuka puasa

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa, sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan.

Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan shalat.

Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamer (kurma kering).

Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

Hadits Anas di atas, juga mengajarkan mengenai anjuran berbuka puasa dengan kurma.

Yang dianjurkan ketika berbuka adalah dengan ruthob (kurma basah), lalu tamr (kurma kering).

Jika tidak didapati kurma, maka boleh digantikan dengan makanan yang manis-manis.

Di sini dianjurkan dengan yang manis-manis ketika berbuka karena yang manis tersebut semakin menguatkan orang yang berpuasa.

Sedangkan berbuka puasa dengan air bertujuan untuk menyucikan atau menyegarkan. Adapun jika berada di Makkah, dianjurkan berbuka dengan air zam-zam.

Berdoa Ketika Berbuka

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved