Kembangkan Satuan Kesehatan Nubika dan Siber: Ini Penjelasan Mabes TNI
Invasi Rusia ke Ukraina, memanasnya Semenanjung Korea serta ketegangan Laut China Selatan memacu berbagai negara berlomba.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Invasi Rusia ke Ukraina, memanasnya Semenanjung Korea serta ketegangan Laut China Selatan memacu berbagai negara berlomba meningkatkan pertahanan tak terkecuali Indonesia.
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen Budiman mengatakan, TNI perlu mengembangkan satuan kesehatan nuklir, biologi, dan kimia (nubika) guna menghadapi ancaman biologi pada peperangan generasi mendatang.
Dalam menangkal ancaman biologi ini, Budiman juga mengatakan perlu adanya pengembangan satuan siber.
“TNI perlu mengembangkan satuan-satuan kesehatan Nubika dan siber dengan dilengkapi peralatan-peralatan yang canggih untuk menghadapi adanya potensi-potensi ancaman tersebut,” kata Budman saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakornikes) Tahun 2022 di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (13/4/2022).
Pihaknya memprediksi ke depan akan timbul potensi ancaman dan peperangan yang merupakan perwujudan dari kombinasi antara perang generasi 4 dan generasi 5.
Menurut Budiman, ancaman biologi ke depan bisa terus berkembang, dari biologi asimetrik sentris atau perang asimetri biologis. Selanjutnya, adanya ancaman bio-cyber warfare.
“Ke depan dengan ditemukannya teknologi DNA synthesis yang diyakini merupakan awal dari revolusi industri 5.0, akan semakin meningkatkan pola ancaman biologi yang secara tidak langsung juga akan mempengaruhi teknik dan strategi perang biologi,” tegas Budiman.
Selain pengembangan satuan-satuan tersebut, Budiman menilai perlu adanya soliditas prajurit TNI untuk menghadapi ancaman tersebut.
“Menghadapi adanya potensi-potensia ancaman tersebut, diharapkan TNI khususnya Kesehatan TNI selalu solid, loyal dan profesional dalam melaksanakan tugasnya,” imbuh dia.
Perang Biologis Jadi Ancaman Besar Indonesia
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membeberkan, perang biologis menjadi ancaman besar bagi Indonesia dalam peperangan di masa yang akan datang. Menurutnya, ancaman itu sudah terlihat dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air.
"Datangnya pandemi saat ini adalah alarm bagi kita agar kita lebih fokus, lebih memperhatikan masalah medis,” ujar Prabowo saat meresmikan fasilitas kesehatan baru Magnetic Resonance Imaging (MRI) Center di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/2/2022).
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menegaskan dukungannya dalam peningkatan bidang kesehatan terhadap tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AU, dan TNI AL.
Peningkatan kemampuan bidang kesehatan tiga matra TNI antara lain adalah dengan menambah rumah sakit di komando-komando utama.
Selain itu juga meningkatkan fasilitas di rumah sakit TNI yang telah ada guna menunjang penyediaan layanan kesehatan terbaik bagi prajurit TNI maupun masyarakat umum. Prabowo menegaskan, bagi prajurit, kemampuan bidang kesehatan merupakan dukungan yang sangat penting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130422-Mayjen-Budiman.jpg)