Selama Bulan Ramadhan, Stok Gas Elpiji di Gorontalo Terpantau Aman
Seperti yang terpantau di satu agen gas elpiji 3 kilogram (kg) milik Yeni di Kelurahan Limba U1 Kecamatan Kota Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tabung-gas-Elpiji.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Stok gas elpiji di Kota Gorontalo terpantau aman selama Ramadhan 1443 H. Harganya pun tetap pada harga normal, yakni Rp 18 ribu.
Seperti yang terpantau di satu agen gas elpiji 3 kilogram (kg) milik Yeni di Kelurahan Limba U1 Kecamatan Kota Selatan.
Menurut Yeni, stok gas selama Ramadhan ini memang normal. Dalam seminggu terdapat dua kali pengiriman dari distributor.
“Di saya itu gas yang diperjualbelikan tetap dengan harga standar Rp 18 ribu per tabung 3 kg. Tabung yang saya miliki berjumlah 80 tabung, seminggu distributor mengisi semua tabung jika telah habis,” tuturnya.
Meski stok dalam kondisi normal, namun ia menyiapkan aturan pembelian. Setiap satu orang hanya dapat membeli satu tabung.
Hal itu kata Yeni untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji nanti. Jadi menurut Yeni, aturan itu juga sudah sesuai edaran dari distributor. Bahwa satu orang hanya boleh membeli satu tabung.
Ia pun kata dia, pernah meminta penambahan kuota kepada distributor. Sebab menurutnya, di bulan Ramadhan, ibu-ibu rumah tangga memang lebih banyak memasak. Dan itu membutuhkan konsumsi gas elpiji yang lebih.
“Tidak boleh satu nama membeli dua tabung saat bulan puasa, akan tetapi jika masuk lebaran masyarakat diperbolehkan membeli dari satu tabung sebab banyak stok yang tersedia karena tak terjual” tegas Yeni.
Sementara itu, Anggota legislatif DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie menambahkan DPRD sampai dengan hari ini terus meninjau pangkalan di kabupaten Gorontalo maupun Boalemo. Kata dia harga di setiap pangkalan tetap normal.
“Harga tetap normal hanya saja ada pembatasan stok kuota bagi masyarakat.” tuturnya.
Jadwal maupun kuota dari distributor menurutnya masih normal. Tidak ada pembatasan atau pengurangan kata dia. Pembatasan hanya terjadi dari pangkalan ke rumah tangga.
Isu kenaikan harga gas 3 kg disebabkan oleh kepanikan masyarakat dengan berkaca pada kenaikan harga minyak kelapa sawit. Makanya perlu adanya pembatasan penjualan dari pangkalan ke masyarakat.
“Sat tabung untuk satu orang, ini sebagai strategi menghindari kelangkaan gas akibat masyarakat yang terlalu panik sehingga berbondong-bondong membeli gas dengan jumlah banyak” jelasnya.
Sesungguhnya kata Espin gas LPG ini tercukupi selama Bulan Ramadhan hingga lebaran nanti, karena memang di Provinsi Gorontalo ada penambahan kuota gas elpiji melalui PT BPH Migas untuk memenuhi keperluan masyarakat. (*)