Deteksi Dini Kanker Mulut, Simak Tiga Tips dari Ahli Kesehatan Gigi
Anna Middleton, pendiri London Hygienist, mengatakan kepada Express.co.uk, seseorang harus mengunjungi dokter gigi, setidaknya setahun sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemeriksaan-gigi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Frekuensi pemeriksaan gigi dapat bervariasi, tergantung pada tingkat risiko kerusakan gigi dan penyakit lainnya.
Anna Middleton, pendiri London Hygienist, mengatakan kepada Express.co.uk, seseorang harus mengunjungi dokter gigi, setidaknya setahun sekali.
Ahli kesehatan gigi itu menambahkan, tidak ada angka pasti tentang seberapa sering harus mengunjungi dokter gigi.
Dia menjelaskan, pencegahan dan deteksi dini selalu lebih baik daripada intervensi terlambat.
Menurutnya, bertambahnya usia tidak berarti harus meningkatkan kunjungan ke praktik dokter gigi.
Itu semua tergantung pada faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan mulut .
“Kunjungan yang lebih sering berarti bahwa setiap perubahan dapat diambil lebih cepat," kata dia.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan gigi bisa enam sampai 12 bulan. Tapi untuk perawatan preventif dan pemeliharaan dengan ahli kesehatan bisa tiga bulan sekali.
Sebagai perbandingan, jika seseorang memilih untuk tidak mengunjungi dokter gigi secara teratur, hal itu dapat menyebabkan beberapa konsekuensi buruk, seperti kerusakan gigi dan penyakit gusi.
“Kunjungan rutin, berarti kami dapat memantau jika ada perubahan pada gigi, gusi, dan jaringan lunak, karena profesional kesehatan gigi melakukan pemeriksaan kanker mulut di setiap janji,” ucapnya.
Untuk membantu mencegah masalah ini dan menjaga kebersihan mulut yang baik, Middleton membagikan tiga tip mendasar:
Sikat gigi
Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, dapat membantu menghilangkan plak gigi, yang menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.
Membersihkan sela-sela gigi setidaknya sekali sehari, serta meludahkan pasta gigi daripada berkumur dengan air juga akan membantu mencapai hasil ini.
Menurut Middleton, berkumur dengan obat kumur berfluoride, terbukti secara klinis mengurangi plak untuk manfaat tambahan.