Konflik Rusia vs Ukraina
Vasily Menangis Saksikan Mayat Bergelimpangan di Bucha Ukraina
Invasi Rusia ke Ukraina terus menimbulkan korban dari kalangan sipil. Warga sipil Ukraina yang tewas tampak tergeletak.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Invasi Rusia ke Ukraina terus menimbulkan korban dari kalangan sipil. Warga sipil Ukraina yang tewas tampak tergeletak di jalan-jalan kota Bucha pada Sabtu (2/3/2022).
Hal mengejutkan ini tampak tiga hari setelah tentara Rusia mundur dari Kiev di tenggara karena gagal habis-habisan menguasai ibu kota.
Bau bahan peledak masih tercium di udara yang dingin dan lembap, berbaur dengan aroma kematian yang menyeruak.
Dilansir Reuters, Vasily, 66 tahun, yang tidak menyebutkan nama keluarga, memandangi sisa-sisa lebih dari selusin jenazah warga sipil yang tersebar di sepanjang jalan di luar rumahnya.
Wajahnya muram karena kesedihan. Penduduk mengatakan mereka telah dibunuh oleh pasukan Rusia selama pendudukan selama sebulan.
Di sebelah kiri Vasily, seorang pria berbaring di tepi rerumputan di samping sepedanya, wajahnya pucat dan matanya cekung. Seorang lagi tergeletak di tengah jalan, beberapa meter dari pintu depan rumahnya.
Vasily mengatakan itu ayah baptis putranya, sekaligus teman seumur hidup.
Mayat-mayat di Bucha yang masih belum dikubur tidak mengenakan seragam. Mereka adalah warga sipil dengan sepeda, tangan kaku mereka masih mencengkeram tas belanja.
Beberapa jelas telah mati selama berhari-hari, jika tidak berminggu-minggu lalu.
Sebagian besar, mereka utuh, dan tidak jelas apakah mereka terbunuh oleh pecahan peluru, ledakan atau peluru.
"Para bajingan!" Vasily berkata, menangis dengan marah dalam mantel tebal dan topi wol. "Maaf. (Tapi) tank di belakangku menembak. Anjing!" ujarnya memaki.
Pejabat setempat memberi wartawan Reuters akses ke daerah itu, dan seorang polisi memimpin jalan melalui jalan-jalan yang sekarang dipatroli oleh tank-tank Ukraina, melewati jalan di mana mayat-mayat itu tergeletak. Tidak jelas mengapa mereka belum dimakamkan.
Wali Kota Anatoliy Fedoruk mengatakan lebih dari 300 penduduk kota telah tewas, dan kuburan massal di satu halaman gereja masih terbuka.
Beberapa jalan dipenuhi dengan reruntuhan tank dan kendaraan lapis baja Rusia yang terbakar. Roket yang tidak meledak tergeletak di jalan dan, di satu tempat, mortir yang tidak meledak menyembul keluar dari landasan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mayat Warga Sipil Bergelimpangan di Bucha Ukraina, Membabi Buta Digempur Rusia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/030422-Mayat.jpg)