Launching Tribun Gorontalo
Ketua Umum PROJO: Cuma di Gorontalo Ikan Tuna Jadi Nasi
"Tahu tidak, saking banyaknya lauk, cuma di Gorontalo itu ikan itu jadi nasi. Kalau di Jawa kan, makan nasi lauknya ikan," ujar Budi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Desa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pendiri komunitas fans berat Joko Widodo atau Ketua Umum Pro Jokowi (ProJo) Budi Arie Setiadi (52 tahun), punya pengalaman menarik soal kuliner Gorontalo.
Ini kisahnya tahun 2020 lalu.
Saking berkesannya, mantan Ketua Umum Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) ini, punya kutipan menarik, ringan, namun faktual.
"Tahu tidak, saking banyaknya lauk, cuma di Gorontalo itu ikan itu jadi nasi. Kalau di Jawa kan, makan nasi lauknya ikan," ujar Budi saat jadi pembicara utama (keynote speakers) webinar launching TribunGorontalo.com, Kamis (17/3/2022).
Budi Arie jadi pembicara dalam kapasitas sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, bersama gubernur, eksekutif Telkom, 1 legislator Senayan, 6 kepala daerah, dan dua pengusaha muda Gorontalo.
Kisah kutipan mantan jurnalis Media Indonesia dan KONTAN ini, dia peroleh saat menikmati kuliner rahang dan sate tuna di muara Sungai Bone, Kota Gorontalo, September 2020 lalu.
"Saya dari kunjungan desa di pantai Gorontalo, diajak makan rahang tuna sama Pak Bupati Nelson (Pomalingo) dan ibu sekda (Khadijah Utaib), nah kutipan itu dari Pak Nelson."
Pria kelahiran Jakarta , 20 April 1969 ini pun, lalu membenarkan potensi kuliner, alam dan maritim Gorontalo.
Gorontalo baginya adalah daerah makmur di Indonesia.
Dia memuji, ladang jagung, hamparan sawah, kebun, mineral, kayu hutan dan potensi ikan tangkapnya salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Gorontalo itu hanya belum tergarap baik. Desa-desanya punya potensi beragam," ujar politisi PDI Perjuangan ibu kota ini.
Dalam bagian lain materi webinarnya, Budi yang saat jadi aktivis UI akrab disapa Muni ini, mengaku akan ikut mendorong kesejahteraan desa-desa di Gorontalo.
"Bukan Indonesia yang membangun desa, tapi dari desalah Indonesia ini kita bangun." Ujarnya.
Dia juga menyinggung potensi digitalisasi desa di Indonesia.
Merujuk data Kemendes, tahun 2021, dari 72 ribu desa di 34 provinsi, masih sekitar 21 ribu desa yang memiliki website resmi.