Konflik Rusia Vs Ukraina
Menlu AS Bocorkan Rencana Ukraina Seandainya Presiden Zelensky Terbunuh
Berbagai spekulasi muncul dari invasi Rusia ke Ukraina. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengatakan Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/010322-tanda-tangan.jpg)
Militer Rusia akan membuka koridor kemanusiaan di beberapa kota Ukraina, termasuk ibu kota, Kiev, pada pukul 10 pagi waktu Moskow.
Pada Senin (7/3/2022), kantor berita Interfax melaporkan, koridor yang juga akan difasilitasi di kota Kharkiv, Mariupol, dan Sumy, sedang disiapkan atas permintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengingat situasi saat ini di kota-kota itu.
Pasukan Rusia telah meningkatkan serangan mereka terhadap kota-kota Ukraina di tengah, utara, dan selatan negara itu.
“Gelombang serangan rudal terbaru datang saat kegelapan turun,” kata penasihat presiden Ukraina, Oleksiy Arestovich, Senin, dilansir Al Jazeera.
Arestovich menggambarkan situasi "bencana" di pinggiran kota Kyiv di Bucha, Hostomel dan Irpin, di mana upaya untuk mengevakuasi penduduk gagal.
Evakuasi juga gagal di Mariupol di selatan dan Volnovakha di timur karena pengeboman.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan negaranya akan terus berusaha menengahi antara Rusia dan Ukraina.
Lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengumumkan gencatan senjata di Ukraina.
Selain itu, membuka koridor kemanusiaan dan menandatangani perjanjian damai. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ukraina Sudah Siapkan Rencana jika Presiden Zelensky Terbunuh akibat Invasi Rusia