Konflik Rusia Vs Ukraina
Klaim Tewaskan 10 Ribu Tentara Rusia, Polandia Tawarkan Barter Jet Tempur ke Ukraina
Ukraina membutuhkan lebih banyak pesawat menghadapi invasi Rusia. Polandia berencana mengirim sejumlah jet tempur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060322-Jet-tempur.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Washington – Ukraina membutuhkan lebih banyak pesawat menghadapi invasi Rusia. Polandia berencana mengirim sejumlah jet tempur era Uni Soviet ke Ukraina.
Barter pesawat militer dengan F16 buatan Amerika Serikat (AS).
Sebagai gantinya, Polandia meminta jet tempur F-16 dari AS, sebagaimana dilansir BBC, Minggu (6/3/2022).
Kini, sejumlah pejabat AS sedang mempertimbangkan ususlan Polandia tersebut.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada lebih dari 300 anggota parlemen AS bahwa Kiev sangat membutuhkan lebih banyak pesawat.
Usulan Polandia tersebut merupakan upaya terbaru untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia yang pada Minggu telah memasuki hari ke-11.
"Kami bekerja dengan Polandia dalam masalah ini dan berkonsultasi dengan sekutu NATO kami yang lain," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada media AS.
Baca juga: PM Inggris Sebut Penjahat Perang, Pengusaha Rusia Tawarkan Rp 14 Miliar untuk Kepala Putin
Sebagian dari keputusan itu terletak pada apa yang dapat diberikan AS untuk mengisi kembali Polandia jika mentransfer pesawat ke Ukraina.
Pilot Ukraina dilaporkan membutuhkan pesawat buatan Rusia karena mereka telah dilatih secara khusus untuk terbang dengan sistem tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden juga berbicara dengan Zelensky pada Sabtu (5/3/2022) malam waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut AS berjanji untuk meningkatkan bantuan keamanan, kemanusiaan, dan ekonomi ke Ukraina. Biden juga akan bekerja sama dengan Kongres AS untuk mendapatkan dana tambahan.
Dapat Donasi Rp 6,37 Triliun dari Dunia
Ukraina mengeklaim telah membunuh 10.000 tentara Rusia, menurut data yang diungkap Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, Sabtu (5/3/2022).
Dalam konferensi pers virtual dengan media-media asing yang turut dihadiri Kompas.com tersebut, Kuleba juga memberikan data-data jumlah korban tewas atau alutsista yang hancur di pihak Rusia.
Klaimnya adalah sebagai berikut: