Minggu, 26 April 2026

Capres 2024

Survei SMRC: Ganjar Melesat Jauh Ungguli Anies dan Prabowo

Survei calon presiden ramai dilakukan lembaga survei. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis elektabilitas.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Survei SMRC: Ganjar Melesat Jauh Ungguli Anies dan Prabowo
Tribunnews
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan 

- Ahmad Syaikhu 0,0 persen

- Nama lainnya 0,3 persen

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Begini Elektabilitas Prabowo-Puan

"Masih ada 24 persen dari pemilih kritis yang belum tahu calon yang mau dipilih," kata Deni.
Pendiri SMRC Saiful Mujani menjelaskan pemilih kritis adalah pemilih yang punya informasi lebih baik tentang berbagai isu nasional, politik, ekonomi, pembangunan, dan sebagainya.

Dengan demikian, hal tersebut menjadi bahan pertimbangan mereka ketika menilai dan memilih seorang calon presiden.
Pemilih kritis, kata dia, kebanyakan adalah warga perkotaan atau warga yang tinggal di perkotaan dan relatif lebih berpendidikan.

Menhan Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani.
Menhan Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani. (Tribunnews)

Pemilih kritis, lanjut dia, biasanya punya pengaruh lebih kuat di dalam kehidupan masyarakat.
Mereka, kata Saiful, juga biasanya tidak mudah dipengaruhi dan justru lebih mudah memperngaruhi.
Menurut Saiful mempelajari pemilih kritis sangat penting dan strategis dalam konteks pemilihan presiden dan pemilihan-pemilihan umum lainnya.

Hal tersebut, kata dia, karena mereka yang punya basis pemilih kritis yang besar maka akan punya basis yang kuat secara elektoral ke depan mengingat mereka punya basis sosial yang sulit dipengaruhi tapi justru akan mempengaruhi pemilih-pemilih lain.

"Akan mempunyai efek bola salju dalam proses kontestasi pemilu yang akan berlangsung di negara kita tahun 2024 nanti," kata Saiful.

Terkait survei tersebut, SMRC melakukan serangkaian survei nasional melalui telepon dengan pewawancara yang dilatih dan dimutakhirkan terakhir pada 8 sampai 10 Februari 2022. Target populasi survei tersebut adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 72 persen dari total populasi nasional.

Dalam survei terakhir pada 8 sampai 10 Februari 2022, sampel sebanyak 1.268 responden dipilih secara acak dari populasi tersebut dan diwawancarai lewat telepon. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode double sampling dan random digit dialing (RDD).

Double sampling adalah teknik memilih sampel secara acak dari kumpulan sampel hasil survei sebelumnya.
Sementara RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
RDD dalam survei tersebut diterapkan terutama untuk menambah jumlah sampel hasil double sampling.

Dengan teknik double sampling, sampel sebanyak 811 responden dipilih secara acak dari database responden hasil survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya. Sementara itu dalam RDD sampel sebanyak 457 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan ±2.8 % pada tingkat kepercayaan 95 %, asumsi simple random sampling.
Survei terakhir dilakukan pada 8 sampai 10 Februari 2022 dan survei sebelumnya dilakukan secara rutin setiap minggu sejak April 2020.

Survei Litbang Kompas: Prabowo Belum Terkalahkan

Dua tahun menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, Litbang Kompas merilis hasil survei kepemimpinan nasional yang dilakukan pada 17-30 Januari 2022. Dalam hasil survei yang melibatkan 1.200 responden itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat nilai elektabilitas tertinggi dengan 26,5 persen, bertambah dua kali lipat dibanding Oktober 2021.

Kenaikan elektabilitas ini tak lepas dari lonjakan dukungan dari berbagai wilayah. Di Maluku dan Papua, misalnya, Litbang Kompas mencatat bahwa elektabilitas Prabowo meningkat tajam menjadi 32,3 persen, dari 9,1 persen pada Oktober 2021. Litbang Kompas menilai, kekecewaan para pendukung setelah bergabungnya Prabowo ke koalisi pemerintah, mulai berkurang secara perlahan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved