Survei Litbang Kompas: Begini Elektabilitas Prabowo-Puan
Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani ibarat langit dan bumi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani ibarat langit dan bumi. Prabowo paling tinggi sedangkan Puan berada di paling bawah dalam survei yang dilakukan Litbang Kompas.
Duet Prabowo-Puan sempat muncul dari kader PDIP Sulawesi Utara. Hasil survei tersebut, menunjukkan elektabilitas Puan belum sekuat Prabowo.
Elektabilitas Prabowo berada paling atas yang mendapat 26,5 persen, disusul Ganjar Pranowo di posisi 20,5 persen. Rendahnya elektabilitas Puan bukan hanya diungkap oleh survei Litbang Kompas. Sejumlah lembaga survei pun menunjukkan elektabilitas Puan masih rendah.
Misalnya, berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jawa Barat pada 5-8 Februari, elektabilitas Puan juga hanya mencapai 0,8 persen dalam simulasi tertutup 10 nama.
Sementara itu, Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada 9 Januari 2022 menunjukkan elektabilitas Puan berada di peringkat ke-9 dengan perolehan 1,8 persen. Puan juga duduk di peringkat ke-9 dalam survei Charta Politika dengan simulasi 10 nama yang dirilis pada 20 Desember 2021.
Di mana ketua DPP PDI-P itu mengantongi elektabilitas 1,1 persen. Lalu, apakah kira-kira PDIP bakal tetap memberikan tiket capres kepada Puan?
Pengamat Sosial-Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa pun memberikan pandangannya.
Baca juga: Analisa Pengamat soal Melesatnya Elektabilitas Prabowo pada Survei
"Saya kira survei kompas ini setidak-tidaknya menjadi refleksi tren politik terkini dan jika ini dijadikan referensi maka sudah jelas kandidat Capres terkuat di PDIP ya Ganjar bukan Puan," ujarnya kepada Tribunnews.com, Rabu (23/2/2022).
"Terus terang bila PDIP punya target menang dan cari aman di 2024 preferensi terbaik Capres itu ada di Ganjar bukan Puan apalagi jika PDIP dan Megawati ingin clean victory maka Ganjar tinggal diperkuat brandingnya ke publik," tambahnya.
Menurut Herry, bila dilakukan kalkukasi politik berdasarkan rilis sejumlah lembaga survei, jika PDIP bersikeras memajukan Puan, menurutnya, posisi idealnya adalah sebagai cawapres. "Ini lagi-lagi seandainya ya. Dengan catatan, jika PDIP memang hanya ingin berspekulasi atau sekadar menchallenge Puan serta uji soliditas internal."
"Menarik juga PDIP ini punya 2 tokoh Capres 2024 yang sedang disodorkan ke publik itu artinya partai ini mencoba melihat realitas yang kemudian mengkonversikan hal ini kedalam keputusan internal."
Namun, di luar itu semua, Herry meyakini semua keputusan soal pencapresan akan kembali ke tangan Megawati, sebagai tokoh sentral PDIP.
"Di sisi lain, elektabilitas Ganjar ini dapat menarik gravitasi politik, wujudnya bisa bertranformasi menjadi koalisi tandingan di luar PDIP. Artinya bisa saja jika Ganjar tidak diberikan tiket, ada kelompok lain yang dengan senang hati memberi karpet merah karena tingginya elektabilitas Ganjar," pungkas Herry.
Tiga Nama Teratas
Hasil Survei Kepemimpinan Nasional yang diselenggarakan Litbang Kompas menunjukkan, pilihan publik terhadap sosok calon Presiden makin mengerucut ke tiga nama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/230222-Prabowo-Megawati-Puan.jpg)