Konflik Rusia Vs Ukraina

Sopir hingga Insinyur Ukraina Kembali dari Eropa untuk Lawan Rusia

Sementara ratusan ribu warga Ukraina melarikan diri dari negara mereka, beberapa pria dan wanita Ukraina kembali ke negaranya.

Editor: Lodie Tombeg
AP PHOTO/MIKHAIL PALINCHAK/kompas.com
Anggota sipil dari unit pertahanan teritorial memasang senjata mereka untuk mengusir pasukan penyerang Rusia di Keiv, Ukraina, Sabtu, 26 Februari 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Panggilan membela negara. Ratusan ribu warga Ukraina kembali ke negaranya dari seluruh Eropa untuk membantu mempertahankan tanah air mereka dalam menghadapi invasi Rusia.

Penjaga Perbatasan Polandia mengatakan pada hari Minggu bahwa sekitar 22.000 orang telah menyeberang ke Ukraina sejak Kamis, ketika Rusia menginvasi negara itu. Di pos pemeriksaan Medyka, di Polandia tenggara, banyak yang berdiri dalam antrean minggu pagi untuk menyeberang ke Ukraina.

"Kita harus mempertahankan tanah air kita. Siapa lagi jika bukan kita?" kata seorang pria berkumis di depan sekitar 20 sopir truk Ukraina yang berjalan ke pos pemeriksaan untuk memasuki Ukraina. Mereka datang dari seluruh Eropa untuk kembali ke Ukraina.

Seorang pria lain dalam kelompok itu mengatakan: "Orang-orang Rusia harus takut. Kami tidak takut." Kelompok para sopir truk itu menolak untuk memberikan nama dan identitas mereka, atau hanya memberikan nama depan mereka, demi menjaga keamanan diri mereka dan keluarga.

Denis, 28, yang telah menghabiskan enam bulan bekerja di lokasi konstruksi di Polandia, mengatakan dia kembali ke Ukraina. "Saya sendiri di sini di Polandia. Mengapa saya harus berada di sini? Jadi saya kembali, untuk tanah air," kata Denis, dengan bendera nasional biru-kuning Ukraina kecil di jaket musim dinginnya.

"Saya ingin kembali bergabung dengan tentara, untuk bertarung. Kita akan lihat, kita berharap kita akan menang," katanya.

Di kota terdekat Przemysl, Janiel, 27, juga bersiap untuk kembali. Dia adalah seorang insinyur dengan pendidikan tinggi.
Ia telah bekerja di bidang konstruksi di Wroclaw, Polandia, tetapi tidak bisa tinggal diam mengetahui tanah airnya sedang diserang.

"Saya berbicara dengan orang tua dan saya menangis. Dan saya memutuskan pada diri saya sendiri bahwa saya tidak bisa hanya menonton dan saya tidak bisa hanya tinggal di Polandia ketika Rusia menghancurkan kemerdekaan kita, menghancurkan kota-kota kita, membunuh warga negara kita, membunuh anak-anak kita, membunuh orang tua kita," katanya kepada AP.

Baca juga: Ukraina Patahkan Serangan Kilat Rusia, Kiev Klaim Tewaskan dan Lukai 4.300 Tentara

Sebelum eksodus baru-baru ini, setidaknya ada 1 juta orang Ukraina di Polandia, bekerja atau belajar. Para wanita sering bekerja sebagai perawat dan pengasuh untuk orang tua di seluruh Uni Eropa.

Anak-anak mereka ditinggal dan diasuh nenek dan kakek mereka di Ukraina. Lesa, 36, dari Lviv, berbicara kepada AP sesaat sebelum memasuki gedung pos pemeriksaan, mengikuti kakaknya ke Ukraina.

"Saya takut, tapi saya seorang ibu dan ingin bersama anak-anak saya. Apa yang bisa kau lakukan? Ini menakutkan tapi saya harus melakukannya," katanya.

Seorang wanita muda lainnya, Alina, mengatakan dia kembali untuk membawa anak-anaknya dan akan membawa mereka keluar dari Ukraina.

Di sisi perbatasan Ukraina, seorang pria mengarahkan mereka yang tiba ke tempat di mana mobil dan bus sedang menunggu untuk membawa mereka.

Republik Ceko, yang berbatasan dengan Polandia di barat daya, berencana untuk mendukung warga Ukraina yang tinggal di negaranya yang memutuskan untuk kembali ke tanah air mereka untuk berperang.

Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial sedang mempersiapkan bonus kepada keluarga yang akan kehilangan pendapatan jika " perlu bergabung dengan tentara (Ukraina)," kata Menteri Marian Jurecka.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved