Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Respons Sikap Barat, Dunia di Ambang Perang Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin murka. Gagalnya serangan kilat, memaksa Putin menyiagakan pasukan nuklir.

Editor: Lodie Tombeg
Kompas.com
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin 

- Rusia telah menyerang sejumlah fasilitas minyak dan gas Ukraina, memicu ledakan besar.

- Sedikitnya 352 warga sipil, termasuk 14 anak-anak, tewas sejak awal invasi Rusia ke Ukraina, kata Kementerian Kesehatan Ukraina pada Minggu. 

- Sedikitnya 1.684 orang, termasuk 116 anak-anak, terluka. Jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

- Ukraina kehabisan pasokan oksigen yang dibutuhkan orang-orang yang sakit kritis menurut laporan WHO pada Minggu.

- Orang-orang yang melarikan diri dari perang di Ukraina membanjiri Eropa tengah. 400.000 orang lari dari Ukraina. Antrean terjadi di penyeberangan perbatasan.

- Paus Fransiskus menyerukan koridor kemanusiaan untuk membantu pengungsi keluar dari Ukraina

- Lebih dari 5.500 orang telah ditahan karena mengikuti aksi protes anti-perang di sejumlah kota di Rusia sejak invasi dimulai.

- Semua warga negara Prancis yang melakukan kunjungan jangka pendek ke Rusia harus segera meninggalkan negara itu, kata Kementerian Luar Negeri Perancis.

- Warga AS harus mempertimbangkan untuk segera meninggalkan Rusia dengan penerbangan komersial, kata Kementerian Luar Negeri AS.

- Ukraina mengajukan kasus melawan Rusia di pengadilan dunia, mengutip tuduhan yang salah tentang genosida yang ditudingkan Moskwa kepada Kiev.

Pasukan Nuklir dalam Siaga Tinggi

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kepala pertahanannya untuk menempatkan "pasukan penangkal" nuklir dalam siaga tinggi pada Minggu (27/2/2022).

Putin menuduh Barat mengambil langkah-langkah "tidak bersahabat" terhadap negaranya. Ketegangan internasional sudah meningkat karena invasi Rusia ke Ukraina dan perintah Putin ini dianggap akan menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut.

Moskwa diketahui memiliki gudang senjata nuklir terbesar kedua di dunia dan sejumlah besar rudal balistik yang membentuk tulang punggung pasukan penangkal negara itu.

"Saya memerintahkan menteri pertahanan dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia untuk menempatkan pasukan penangkal tentara Rusia ke dalam mode layanan tempur khusus," kata Putin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved