Konflik Rusia Vs Ukraina

PBB Laporkan 240 Korban Sipil, Ukraina Rasakan Dukungan Spiritual Bapa Suci

Dunia menghendaki diakhirinya invasi Rusia ke Ukraina menyusul terus berjatuhan korban masyarakat sipil di Ukraina.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto PBB Laporkan 240 Korban Sipil, Ukraina Rasakan Dukungan Spiritual Bapa Suci
Filippo MONTEFORTE/AFP
Paus Fransiskus berbicara dengan sekelompok biarawati selama audiensi umum di Aula Paulus VI di Vatikan. Rabu (5/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Dunia menghendaki diakhirinya invasi Rusia ke Ukraina menyusul terus berjatuhan korban masyarakat sipil di Ukraina. Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan 240 korban sipil, termasuk 64 orang tewas, dalam pertempuran di Ukraina sejak invasi Rusia meletus, Kamis (24/2/2022). PBB menambahkan lebih dari 150.000 orang Ukraina telah meninggalkan negara itu.

Berikut ini informasi terbaru invasi Rusia ke Ukraina, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber. Pasukan Rusia meledakkan pipa gas alam di kota Kharkiv, Ukraina, kata Dinas Komunikasi Khusus dan Perlindungan Informasi Negara Ukraina. Al Jazeera melaporkan, video yang diunggah di aplikasi Telegram menunjukkan ledakan membentuk jamur terlihat membumbung tinggi.

Tidak jelas seberapa penting pipa gas itu dan apakah ledakan itu dapat menggangu pengiriman gas ke luar kota atau negara. Meskipun perang, Ukraina terus mengirimkan gas alam Rusia ke Eropa.

Di kota yang sama, seorang warga sipil tewas saat gedung apartemen terkena tembakan artileri. CNN mewartakan Layanan Darurat Negara Ukraina mengonfirmasi bahwa apartemen sembilan lantai di Kharkhiv dihantam artileri "musuh", Sabtu malam (26/2/2022).

Bangunan itu rusak parah. Seorang wanita tewas dalam serangan tersebut. Sekitar 80 orang berhasil diselamatkan. Sebagian besar dilaporkan berlindung di ruang bawah tanah.

Rudal Rusia membombardir kota Vasylkiv, Ukraina barat daya. Lewat pesan video yang diunggah di media sosial, Wali Kota Vasylkiv mengatakan roket membakar terminal minyak. 240 korban sipil, termasuk 64 warga sipil tewas

PBB mengonfirmasi sedikitnya 240 korban sipil, termasuk sekitar 64 orang tewas, dalam pertempuran di Ukraina.
Masih dikutip dari Al Jazeera, diyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak laporan korban masih belum dikonfirmasi.

270222-Pelukan
Sepasang kekasih berpelukan di pusat Kyiv pada 24 Februari 2022. - Presiden Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan orang mengungsi untuk menyelamatkan diri di negara tetangga yang pro-Barat itu.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan kerusakan infrastruktur sipil membuat ratusan ribu orang kehilangan akses ke listrik atau air.

Diwartakan CNN, tembakan senjata berat di distirk barat Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu malam (26/2/2022) menewaskan seorang anak laki-laki berusia enam tahun.

Serangan juga melukai beberapa orang lainnya, terang sebuah rumah sakit setempat. Serhii Chernysuk, seorang dokter di rumah sakit Okhmatdyt Kyiv, mengatakan korban luka termasuk dua remaja dan tiga orang dewasa.

Ukraina berterima kasih atas sanksi keuangan Rusia. Perdana Menteri Denys Shmyhal dalam cuitan Twitter mengucapkan terima kasih atas sanksi keuangan yang dikenakan pada Rusia oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. "Terima kasih kepada teman-teman kami atas komitmen menghapus beberapa bank Rusia dari SWIFT dan untuk kelumpuhan aset bank sentral Rusia," tulisnya.

Paus Telepon Zelenskiy

Sabtu (26/2/2022) kemarin, Paus Fransiskus menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Paus menyatakan "rasa sakit yang paling mendalam" atas penderitaan negara itu. Demikian diungkap Kedutaan Besar Ukraina untuk Vatikan.

Kedutaan mengumumkan percakapan itu dalam sebuah unggahan Twitter. "Bapa Suci mengungkapkan rasa sakitnya yang paling mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di negara kita," cuit kedutaan Ukraina. Seorang pejabat kedutaan mengatakan kepada Reuters bahwa percakapan itu terjadi sekitar pukul 4 sore waktu setempat, tetapi tidak dapat mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Vatikan mengonfirmasi panggilan itu dan dalam tweetnya sendiri Zelenskiy mengatakan dia berterima kasih kepada Paus "karena berdoa untuk perdamaian di Ukraina dan gencatan senjata. Orang-orang Ukraina merasakan dukungan spiritual dari Bapa Suci."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved