Konflik Rusia Vs Ukraina

Misi Utama Rusia Gagal, Justru Kehilangan 450 Pasukan 

Rusia 'gagal' mencapai sasaran utama untuk misi invasi cepat di Ukraina. Analisis itu dikemukakan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace.

Editor: Lodie Tombeg
kompas.com
Truk militer Ukraina melaju di jalanan Kiev. 

TRIBUNGORONTALO.COM, London – Rusia 'gagal' mencapai sasaran utama untuk misi invasi cepat di Ukraina. Analisis itu dikemukakan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace.

Dia menilai Rusia belum mendapatkan tujuan utamanya dalam 24 jam pertama invasinya ke Ukraina. Rusia disebut justru telah kehilangan lebih dari 450 personel.

Ben Wallace mengatakan bahwa pemerintah Inggris memandang bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bermaksud "untuk menyerang seluruh Ukraina". Namun, dia mengatakan, Rusia di belakang target yang diharapkan dalam pelaksanaan operasi militer terhadap tetangganya, Ukraina.

“Penilaian kami, hingga pagi ini, adalah bahwa Rusia belum mengambil salah satu tujuan utamanya. Faktanya itu di belakang agenda yang diharapkan.

Baca juga: Rusia Minta AS dan NATO Tak Campuri Konflik di Ukraina, Ini Ancamannya

Mereka kehilangan lebih dari 450 personel,” kata Ben Wallace kepada Sky News, Jumat (25/2/2022). Menurut dia, salah satu bandara penting yang coba Rusia rebut dari Ukraina dengan spetsnaz elit atau pasukan khusus mereka telah gagal diambil.

Pada kenyataannya, kata dia, Ukraina telah merebutnya kembali. “Tentara Rusia pada hari pertama gagal memenuhi tujuan utamanya," ungkap dia. Sanksi Rusia dari Inggris Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Kamis (24/2/2022), telah mengumumkan pemberian sanksi Rusia dari Inggris.

Johnson menyampaikan Inggris akan “memukul” Rusia dengan apa yang dia gambarkan sebagai sanksi terbesar yang pernah dijatuhkan oleh pemerintah Inggris, menyusul serangan Rusia terhadap Ukraina. Johnson menyebut dirinya akan bergabung dalam pertemuan virtual para pemimpin NATO yang dijadwalkan akan diadakan pada Jumat ini, guna membahas apa yang terjadi di Ukraina.

"Presiden Zelenskyy telah memberi tahu PM (Boris Johnson) tentang kemajuan militer Rusia terbaru, termasuk serangan rudal dan artileri di kota-kota Ukraina dan perkembangan mengerikan di Kyiv pada dini hari tadi," kata juru bicara Downing Street.

Juru bicara Downing Street mengungkap, PM Inggris telah meyakinkan Presiden Zelensky bahwa dunia akan bersatu atas apa yang dilakukan Putin terhadap Rusia.

“Dia memberikan penghormatan kepada keberanian dan kepahlawanan rakyat Ukraina dalam melawan kampanye kekerasan Rusia, dan menyatakan belasungkawa yang mendalam bagi mereka yang telah terbunuh,” juru bicara Downing Street.

Agresi Rusia terhadap Ukraina terjadi meskipun ada kesibukan belakangan ini dalam kegiatan diplomatik untuk mencoba dan membujuk Putin untuk menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina.

Namun, berbicara kepada Sky News, Wallace menolak anggapan bahwa negara-negara Barat telah gagal dalam upaya mereka untuk mencegah konflik. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Disebut Gagal Capai Tujuan Utamanya Saat Serang Ukraina dan Justru Kehilangan 450 Pasukan"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved