Kamis, 5 Maret 2026

Capres 2024

Cerita Kegigihan Prabowo, Lima Kali Ikut Pilpres hingga Rajai Survei Capres

Perjalanan karier politik Prabowo Subianto menarik diikuti. Ketum Umum Partai Gerindra ini tercatat sudah lima kali mengikuti Pemilu Presiden.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Cerita Kegigihan Prabowo, Lima Kali Ikut Pilpres hingga Rajai Survei Capres
Kemenhan/kompas.com
Lihat Foto Menhan Prabowo Subianto mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (Persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perjalanan karier politik Prabowo Subianto menarik diikuti. Ketum Umum Partai Gerindra ini tercatat sudah lima kali mengikuti Pemilu Presiden. Sepak terjang di dunia politik sang jenderal dikupas tuntas dalam tulisan jurnalis senior Kompas.com Wisnu Nugroho. Berikut catatannya.

Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena anugerah kesehatan. Bersamaan dengan makin tingginya kasus positif harian, kita mendapati makin banyak dan makin cepatnya teman, saudara, dan anggota keluarga yang pulih. Beberapa teman dan saudara saya, perlu waktu 5-12 hari untuk negatif setelah dinyatakan positif Covid-19.

Kabar baik tentunya jika dibandingkan saat varian Delta memuncak pada medio 2021. Saat itu, dibutuhkan minimal 14 hari bagi pasien untuk negatif dan sembuh.

Karena kabar baik ini, meskipun kasus positif harian lebih tinggi dari puncak saat varian Delta, Juli 2021, kita tidak dalam perasaan takut dan cemas berlebihan. Ketakutan dan kecemasan kita menjadi lebih terukur karena tahu bagaimana mengantisipasi dan menghindari risiko.

Baca juga: Insya Allah Prabowo Maju Capres 2024, Ini Kata Sekjen Gerindra

Disiplin menerapkan prokes dengan kewaspadaan membuat kita bisa beraktivitas cenderung normal. Banyak kegiatan dan rencana yang tertunda atau ditunda karena pandemi mulai diletakkan pada rencana awalnya.

Salah satunya adalah Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2024 yang sudah ditetapkan akan diselenggarakan pada, Rabu, 14 Febuari 2024. Kepastian ini membuat persiapan dan kesiapan dilakukan. Tidak hanya penyelenggara pemilu, peserta pemilu, tetapi juga para pemilih.

Untuk melihat bagaimana persiapan dan kesiapan pemilih, Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Kompas ke-3 yang dilakukan pada 7-30 Januari 2022 memberikan sejumlah temuan. Survei tatap muka dilakukan kepada 1.200 responden dengan pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Margin of error SKN Kompas ke-3 adalah 2,8 persen. SKN Kompas pertama dilakukan pada April 2021. SKN Kompas ke-2 dilakukan para Oktober 2021.

Dari SKN Kompas ke-3, didapati bahwa pemilih menjatuhkan pilihan pada tiga tokoh yang masuk papan atas yaitu Prabowo Subianto (26,5 persen), Ganjar Pranowo (20,5 persen), dan Anies Baswedan (14,2 persen).

Prabowo yang berangkat pada angka 16,4 persen (April 2021), turun di angka 13,9 persen (Oktober 2021), melonjak di angka 26,5 persen (Januari 2022). Ganjar yang berangkat pada angka 7,3 persen (April 2021), naik di angka 13,9 persen (Oktober 2021), dan naik lagi di angka 20,5 persen (Januari 2022).

Anies yang berangkat di angka 10 persen (April 2021), turun di angka 9,6 persen (Oktober 2021), dan melompat di angka 14,2 persen (Januari 2022).

Temuan SKN Kompas ke-3 lain adalah dominannya peran Generasi Y dan Z yang jumlahnya sekitar 43 persen menurut Sensus Penduduk 2020. Generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1996. Mereka berusia 24-39 tahun saat sensus penduduk dan berjumlah sekitar 25,9 persen. Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun (1997-2012).

Mereka berusia 8-23 tahun saat sensus penduduk dan jumlahnya 27,94 persen (17,1 persen adalah pemilih mula). Dominannya peran Generasi Y dan Z tidak hanya tercermin dari jumlah persentase (43 persen yang memiliki hal pilih), tetapi juga minat pada politik yang besar.

Di banding generasi lain, hanya 9,3 persen dari Generasi Y dan Z yang belum menetapkan pilihan. Pilihan Generasi Y dan Z ini terbagi dan mengerucut juga pada tiga tokoh yaitu Prabowo (23,2 persen), Ganjar (20,8 persen), dan Anies (17,7 persen). Tokoh yang selama ini mencitrakan diri dekat dengan Generasi Y dan Z tidak mendapat suara signifikan dari dua generasi ini.

Sandiaga Uno hanya mendapat 4,4 persen dari suara Generasi Y dan Z Agus Harimurti Yudhoyono hanya mendapat 4 persen dari suara Generasi Y dan Z. Apa yang diraih Sandiaga membuatnya menjadi satu-satunya tokoh papan tengah yang suaranya naik meskipun tipis dari 4,6 persen (Oktober 2021) menjadi 4,9 persen (Januari 2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved