Penanganan Covid

Cegah Mafia Karantina, Polri Diminta Perketat Jalur Internasional di 6 Bandara Ini

Pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 01 dan 02 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa-Bali salah satunya memuat pembatasan.

Editor: lodie tombeg
Tribun Manado/fernando lumowa
Terminal Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado. 

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 01 dan 02 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa-Bali salah satunya memuat tentang pembatasan pintu masuk penumpang internasional di jalur udara, laut, dan darat.

Disebutkan bahwa pintu masuk melalui jalur udara kini dibuka di 6 bandara yang tersebar di sejumlah titik. Sebelumnya, pintu masuk melalui jalur udara hanya tersedia di 3 titik.

Keenam titik tersebut yakni:

1. Bandara Soekarno Hatta di Tangerang Provinsi Banten;

2. Bandara Juanda di Sidoarjo Provinsi JawaTimur;

3. Bandara Ngurah Rai di Denpasar Provinsi Bali;

4. Bandara Hang Nadim di Batam Provinsi Kepulauan Riau;

5. Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau;

6. Bandara Sam Ratulangi di Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Ramai Surat Antigen Palsu, Satgas Covid-19 Gorontalo Perketat Bandara-Pelabuhan

Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, meminta aparat kepolisian untuk dapat mengawasi jalur pintu masuk bandara internasional dari para mafia karantina, setelah dibukanya penerbangan bagi wisatawan mancanegara (Wisman) oleh pemerintah pusat.

"Polri harus menerjunkan personel secara masif untuk memberantas mafia karantina di bandara. Jangan ada lagi oknum yang melakukan permainan karantina di pintu masuk Indonesia bagi WNA," kata Andi Rio kepada wartawan, Senin (7/2/2022).

Legislator Partai Golkar itu mendesak Polri, untuk dapat bertindak dan memberikan sanksi tegas bagi oknum atau pihak manapun yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-9 untuk mendapatkan keuntungan.

Andi Rio berharap kasus aduan dari pihak Warga Negara Asing (WNA) kepada pemerintah pusat karena merasa ditipu atau dipermainkan pada saat karantina di hotel, menjadi pelajaran untuk seluruh pihak tanpa terkecuali.

"Kasus WNA Ukraina yang dipermainkan saat karantina diharapkan menjadi yang terakhir, tentunya ini menjadi evaluasi, jaga nama baik bangsa Indonesia di mata dunia," ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka pintu penerbangan internasional di Bali bagi pelaku perjalanan luar negeri non pekerja migran Indonesia.

Di mana upaya yang dilakukan bertahap tersebut dilakukan guna meningkatkan kembali perekonomian di Bali yang mengalami dampak signifikan dari pandemi Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cegah Mafia Karantina, Polri Diminta Awasi Ketat Jalur Pintu Masuk Internasional

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved