PNS PUPR Pohuwato-Gorontalo Meninggal Tergantung, Ada Ceceran Darah di Lantai dan Jendela  

Ardun Mahajani (40), staf di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ditemukan tergantung.

Penulis: Fajri_A_Kidjab | Editor: lodie tombeg
PNS PUPR Pohuwato-Gorontalo Meninggal Tergantung, Ada Ceceran Darah di Lantai dan Jendela  
Tribun Gorontalo/ist
Ardun Mahajani (40), staf di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pohuwato semasa hidup.

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato - Ardun Mahajani (40), staf di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo ditemukan tergantung di rumah dinas tempat tinggalnya di Desa Palopo, Kecamatana Marisa, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (5/2/2022) pukul 13.30 Wita.

Polisi mencurigai Ardun diduga dibunuh kemudian pelaku membuat alibi menggantung jasad korban. Indikasinya terdapat bercak darah di sekitar lokasi kejadian.

Menurut kesaksian saudara korban, pada Selasa 1 Februari pukul 20.00, korban tiba di rudis usai mengunjungi istrinya, Nursin Rahman di Desa Pentadio, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Namun sejak Rabu besok harinya, korban sudah tidak lagi memberikan kabar kepada istrinya yang berada di Kecamatan Telaga Biru. Istrinya pun mulai khawatir dan berusaha menghubungi korban via telepon seluler, namun panggilannya tak pernah dijawab oleh suaminya tersebut.

Baca juga: Lansia di Gorontalo Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu: Ini Modusnya

Kemudian pada Kamis 3 Februari pukul 08.00, istri korban menelepon Heis Mahajani untuk mengecek keberadaan korban. Ketika Heis mengecek rumah korban, pintu rumahnya sedang dalam keadaan terkunci.

Pada Sabtu, Heis dan suaminya, Irwan Mopangga kembali mengecek keberadaan korban di rudis. Sesampainya di rumah korban, mereka berdua mencium bau bangkai menyengat yang berasal dari dalam rumah.

Irwan langsung berinisiatif untuk mendobrak pintu rumah korban dan menemukan korban sudah dalam keadaan tak benyawa, dengan posisi tergantung di dapur. Kondisi jasadnya sudah membusuk.

Sontak Irwan bersama Istrinya langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Marisa. Setelah menerima laporan,  Polsek Marisa, Sat Reksrim Polres Pohuwato, Kasat Polair Polres Pohuwato AKP Yahya Lamonda dan piket fungsi segera mendatangi lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kemudian jasad korban langsung dibawa ke RSUD Bumi Panua untuk dilakukan visum dan repertum maupun autopsi.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan terkait dengan kematian korban apakah korban murni gantung diri atau ada indikasi pembunuhan.

Menurut keterangan dari keluarga korban, Ardun sempat mengalami depresi, karena yang bersangkutan diketahui meminjam (sewa) mobil temannya dan sudah tiga bulan mobil tersebut belum dibayarkan.

Menurut keterangan dari rekan korban sesama PNS di Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, mobil yang dipinjam korban itu sudah hilang. 

Dari hasil pemantauan di lokasi, polisi menduga ada indikasi korban meninggal bukan bunuh diri, melainkan dihabisi terlebih dahulu lalu jasadnya digantung untuk menimbulkan alibi bahwa korban gantung diri.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukan adanya ceceran darah di bagian lantai rumah, serta bercak darah di kaca jendela bagian dapur. Polisi masih menunggu keterangan dari RS Bumi Panua soal penyebab kematian korban. (jil)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved