Lansia di Gorontalo Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu: Ini Modusnya

Pedagang berusia lanjut (lansia) di Gorontalo menjadi sasaran peredaran uang palsu.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
Uang palsu pecahan 100 ribu rupiah 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pedagang berusia lanjut (lansia) di Provinsi Gorontalo menjadi sasaran peredaran uang palsu. Dari semua korban peredaran uang pecahan Rp 100 ribu ini, rata-rata adalah pedagang dengan usia tersebut.

Kepada Tribun Gorontalo, Kapolsek Telaga Biru Ipda M Ammar Edwin Saputra menjelaskan, bahwa memang sejauh ini korban peredaran uang palsu di wilayahnya adalah pedagang pasar tradisional yang lansia.

“Sudah ada tiga kasus, ada dua kasus di pasar itu pada 19 Januari kemarin. Itu memakan korban, terutama lansia,” jelas Ammar, Kamis(27/1/22).

Ia menjelaskan, bahwa modus yang digunakan oleh pelaku ini adalah dengan berpura-pura menukar uang palsu tersebut dengan pecahan kecil. Lansia yang lengah pun, kata dia, biasanya akan terpedaya dan tak akan menyadari hal tersebut.

270122-Edwin Saputra
Kapolsek Telaga Biru Ipda M Ammar Edwin Saputra

Baca juga: Polda Gorontalo Uji Coba Tilang Elektronik di Simpang Lima Telaga, Ini Pelanggarannya

Apalagi ungkap Ammar, peredaran itu dilakukan di pasar yang ramai. Jadi lansia tentu, menurutnya, konsentrasinya akan menurun dan tidak akan terlalu memperhatikan uang yang diberikan pelaku.

Tidak ingin kejadian ini terus terjadi, pihaknya pun kata Ammar kini tengah melakukan serangkaian penyidikan. Karena sejumlah petunjuk sudah berhasil dikumpulkan. Walaupun memang, pihaknya kesulitan mengidentifikasi pelaku karena selalu beraksi dengan menggunakan helm.

“Pelaku ini semuanya sama. Ia menggunakan motor beat hitam. Dan selalu transaksi itu menggunakan helm,” ungkap Ammar.

Jika dilihat dari barang bukti yang diamankan oleh Polsek Telaga Timur, uang palsu tersebut sangat mudah dikenali. Sebab, uang tersebut rupanya hanya dicetak menggunakan kertas HVS dengan kualitas tinta yang buruk. Karena itu, tampak jelas gambarnya buram dan warnanya putus-putus. Diduga uang ini dicetak menggunakan printer berkualitas rendah, dan menggunakan teknik scan. (wan)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved