Bentrok di Haruku
Warga Ori-Kariuw Perlu Menahan Diri, Ini Penjelasan Kapolda Maluku
Warga yang bertikai di Pulau Haruku perlu menahan diri. Serahkan persoalan pada proses hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250122-Kapolda-Lotharia-Latif.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Ambon - Warga yang bertikai di Pulau Haruku perlu menahan diri. Serahkan persoalan pada proses hukum.
Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan, aaat ini, aparat keamanan sudah dikerahkan dan melakukan pengamanan di sana. "Kepada pihak-pihak berkonflik agar dapat menahan diri," ujar Lotharia, Rabu (26/1/2022).
Dijelaskan, bentrok terjadi antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah terjadi karena ada kesalahpahaman sejak Selasa sehari sebelumnya.
"Benar ada kesalahpahaman di sana, dan sudah kita dorong pasukan ke sana untuk membantu pengamanan," terangnya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Rum Ohoirat, juga meminta warga tidak boleh terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan.
Karena pihaknya kini sedang menyelidiki aktor-aktor dibalik insiden tersebut.
"Kami minta warga juga tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan, karena kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, dan penyelidikan," tegas Roem.
Roem melanjutkan, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Dandim beserta Bupati Maluku Tengah juga sementara menuju lokasi kejadian.
"Sekali lagi warga harus menahan diri, karena aparat keamanan sedang melakukan penyelidikan," tandasnya.
Juru bicara Polda Maluku ini menyatakan Kepolisian akan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kekacauan ini.
Baca juga: Maluku Barat Daya Diguncang Gempa M 7,4 SR, Terasa hingga Sorong-Raja Ampat
Jurnalisme damai
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon meminta jurnalis dan media menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan peristiwa di Desa Ori dan Desa Kariuw.
Prinsip jurnalisme damai dinilai penting diterapkan untuk menurunkan tensi sekaligus mengantisipasi konflik membesar.
"Jurnalisme damai tak berpretensi untuk menghilangkan fakta," kata Ketua AJI Ambon, Tajudin Buano dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).
Seruan ini merespon bentrokan dua kampung tetangga itu pada Selasa (25/1/2022) yang telah diberitakan sejumlah media massa lokal dan nasional.
Tajudin menambahkan, jurnalis diharapkan tetap mematuhi kode etik jurnalis dalam peliputan dan pemberitaannya.