Serangan Fajar di Yaman Utara Tewaskan 70 Orang Tahanan
Ketegangan memuncak di Timur Tengah. Sebuah serangan udara yang diduga dari koalisi Arab Saudi menewaskan lebih dari 70 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220122-serangan-yaman.jpg)
Menurut badan amal Save the Children yang berbasis di Inggris, setidaknya tiga anak tewas dalam serangan udara di Hodeidah.
"Anak-anak dilaporkan sedang bermain di lapangan sepak bola terdekat ketika rudal menghantam kota pelabuhan Hodeidah," katanya dalam sebuah pernyataan.
Koalisi militer yang dipimpin Saudi mengatakan laporan itu akan diselidiki sepenuhnya.
“Kami menanggapi laporan ini dengan sangat serius dan akan diselidiki sepenuhnya karena semua laporan seperti ini, menggunakan proses independen yang disetujui secara internasional. Sementara ini sedang berlangsung, tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut,” kata juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Turki al-Malki.
Al Jazeera melaporkan, koalisi mengatakan telah melakukan serangan udara di Hodeidah, pelabuhan penyelamat bagi negara yang hancur itu.
Tetapi mereka tidak mengatakan telah melakukan serangan apa pun di Saada.
Kantor berita negara Arab Saudi mengatakan koalisi melakukan "serangan udara presisi ... untuk menghancurkan kemampuan milisi Houthi di Hodeidah".
Serangan di Yaman juga dikutuk oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam sebuah pernyataan, PBB mengatakan Guterres "mengingatkan semua pihak bahwa serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang oleh hukum humaniter internasional". (Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul 70 Orang Tahanan di Penjara Tewas Dalam Serangan Udara di Yaman, Ratusan Lainnya Cedera