Breaking News:

Ketum PBNU: Kita Tak Perlu Mengekor Terkait Agenda Islam

Indonesia lebih khusus masyarakat Nahdlatul Ulama punya kemandirian dalam berbagai dimensi kehidupan.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews.com/Reza Deni
PIDATO - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan pidato perdana di GSG Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Indonesia lebih khusus masyarakat Nahdlatul Ulama punya kemandirian dalam berbagai dimensi kehidupan. Tidak perlu mengikuti negara lain dalam hal ke-Islam-an.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak warga NU untuk memiliki kemandirian.

Menurutnya, kemandirian harus dimaknai dalam berbagai dimensinya. PBNU, menurutnya, tidak perlu mengikuti negara lain dalam hal agenda ke-Islam-an.

"Dalam dimensi wawasan kebangsaan, kita ini, NU ini harus mandiri. Kita tak perlu mengekor kepada agenda-agenda yang terkait Islam, dari belahan dunia Islam yang lain," ujar Gus Yahya dalam acara yang disiarkan TV9 Official, Sabtu (15/1/2022).

Dia menilai saat ini, dunia sedang berkecamuk. Persaingan antar negara, kata Gus Yahya, dibangun melalui pendekatan yang halus atau soft power.

Baca juga: Ketum PBNU Akan Kritik Kebijakan Pemerintah Tak Berpihak kepada Umat

Agama, menurutnya, menjadi salah satu cara untuk membangun kekuatan tersebut. "Pengaruh-pengaruh politik dan menjadikan wacana wawasan keagamaan sebagai salah satu kendaraannya," kata Gus Yahya.

Sehingga, dirinya meminta PBNU tidak harus mengikuti wawasan keagamaan negara-negara lain.

"Jadi PBNU tidak boleh harus ikut Saudi, harus ikut Emirat, harus ikut Mesir, atau Yaman. Tak harus ikut mana-mana. Kita harus mandiri dalam wawasan keagamaan, karena kita punya mandat peradaban," ucap Gus Yahya.

Dia mengatakan saat ini telah terbukti bahwa belahan dunia yang lain telah gagal dengan masalahnya sendiri. Sehingga PBNU harus memiliki kepercayaan diri dalam memberikan solusi serta gagasan.

"Saya seringkali agak emosional ketika bicara soal ini, karena saya melihat bahwa banyak dari antara kita ini yang kurang percaya diri, tidak percaya bahwa NU besar dan kuat," kata Gus Yahya. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gus Yahya: PBNU Tak Harus Mengikuti Wawasan Keagamaan Negara Lain, Kita Harus Mandiri

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved