Breaking News:

Covid Omicron

101 WNI di Arab Saudi Meninggal Akibat Covid-19: Profesi Sopir Mendominasi

Sebanyak 270 warga negara Indonesia atau WNI yang terkonfirmasi Covid-19 di Arab Saudi. Ada 101 kematian WNI.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews
WNI di Arab Saudi 

TRIBUNGORONTALO, Jakarta – Sebanyak 270 warga negara Indonesia atau WNI yang terkonfirmasi Covid-19 di Arab Saudi. Ada 101 kematian WNI selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan penjelasan terkait tingginya tingkat kematian WNI di Arab Saudi akibat Covid-19.

Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha, pada konferensi pers Kamis (13/1/2021) mengatakan ada beberapa hal yang mempengaruhi hal tersebut. Tingginya kasus Covid-19 yang ada di Arab Saudi.

Judha menjelaskan, angka kasus WNI meninggal dunia di Saudi merupakan angka kumulatif (penjumlahan) dari kasus yang terjadi sejak pertama kali pandemi merebak pada tahun 2020.

“Angka yang disampaikan tadi adalah angka kumulatif sejak pandemi di mulai pada awal tahun 2020,” ujarnya.

Dari sisi sebaran WNI di luar negeri, Arab Saudi merupakan negara dengan konsetrasi WNI paling banyak nomor 2 di dunia, setelah Malaysia. Dari catatan Kemenlu, WNI yang paling banyak terpapar Covid-19 di Saudi adalah pekerja migran yang bekerja sebagai sopir.

Menurut Judha tidak ada masalah terkait akses kesehatan yang diberikan pemerintah Saudi kepada pekerja migran asing di Arab Saudi. Bahkan pemerintah Saudi memberikan perawatan gratis bagi siapapun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

130122-Judha Nugraha
KETERANGAN PERS - Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha pada konferensi pers hari Kamis (13/1/2022) di kantor Kemlu RI Jakarta.

Baca juga: 136 Orang Terpapar Omicron, Kemenkes Minta Tunda Berpergian ke Arab Saudi-Turki

“Jadi tidak ada masalah terkait akses kesehatan dalam konteks ini. Dan bahkan dibiayai pemerintah Saudi. Karena kita menghadapi pandemi, tentunya menjadi kepentingan juga bagi pemerintah Saudi merawat yang positif supaya tidak menjadi penyebar ke masyarakat,” ujarnya.

Judha mengatakan KBRI Riyadh juga telah berupaya melakukan pencegahan penularan dengan memberikan masker dan alat pelindung kesehatan lainnya kepada WNI di Saudi.

Termasuk memberikan layanan vaksinasi, bekerja sama dengan pemerintah Saudi. Namun, KBRI menemui kendala penyaluran vaksinasi kepada pekerja migran Indonesia yang tidak memiliki dokumen kelengkapan resmi di Saudi.

Hal ini menjadi salah satu tantangan bagi perwakilan RI untuk memberikan pelayanan vaksinasi yang maksimal bagi WNI yang ada di Saudi.

“Pemerintah Saudi telah berkomitmen untuk memberikan vaksinasi kepada seluruh populasi. Tantangannya adalah bagi WNI kita yang berstatus Undocumented, yang kadang takut untuk datang ke otoritas setempat untuk di vaksin. Oleh karena itu KBRI dan KJRI memfasilitasi prosesnya supaya mereka lebih nyaman. Supaya pemberian perlindungan jadi lebih maksimal,” ujarnya. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Kemlu Terkait Tingginya Tingkat Kematian WNI di Arab Saudi Akibat Covid-19

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved