"Setiba di Polres Pohuwato, Banyak yang Memukuli Kami"

Tiga pemuda Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo mengaku bingung dipukuli oknum polisi.

Penulis: Apris Nawu | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
CERITA - Sudirman saat menceritakan kejadian yang dialami dia dan kedua rekannya, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga pemuda Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo mengaku bingung dipukuli oknum polisi.

Mereka dituduh telah mengeroyok satu anggota Brimob. Sudirman (29), satu di antara para korban menceritakan, kejadian bermula saat ia bersama seorang temannya, melewati kafe remang-remang pukul 03.30 Wita. Keduanya menuju rumah masing-masing.

Tiba-tiba, ia bersama temannya dikejar oleh orang tak dikenali. "Setibanya di rumah kami pun istirahat. Tiba-tiba sekira pukul 05.30 datang tiga orang anggota membangunkan saya dan langsung membawa saya dengan cara memaksa," ungkap Sudirman kepada wartawan, Rabu (12/1/2021).

Baca juga: Polisi Terima Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi IAIN Gorontalo

"Tak hanya itu, saat turun dari rumah, anggota tersebut juga memukuli saya tanpa memberikan keterangan," kata Sudirman dengan kondisi wajah yang sudah babak belur dan bocor di bagian kepala.

Bahkan, kata Sudirman, dua orang temannya, Nawir dan Bilal, juga mengalami nasib yang sama.

"Setibanya di Polres Pohuwato, banyak yang memukuli kami. Kami pun tidak tahu alasan kenapa kita dipukuli. Cuman kami diberi tahu bahwa mereka mencari orang yang mengeroyok satu anggota Brimob," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Pohuwato Joko Sulistiyono, mengaku tidak mengetahui serta belum menerima laporan terkait penganiayaan tersebut. (apr)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved