Garuda Indonesia Merugi
Bawa Bukti Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung, Erick Thohir: Saatnya Oknum di BUMN Dibersihkan
Bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Itulah yang mulai dilakoni Menteri BUMN Erick Thohir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/110122-Erick-Thohir.jpg)
"Tentu dari laporan yang sudah menjadi penyelidikan. Kami melengkapi, apalagi kami menambahkan data dari BPKP."
"Hari ini ATR 72-600 yang sedang diselidiki. Apakah ada pengembangan dengan proses pengadaan pesawat lain? Dimungkinkan," tambahnya.
Pengadaan ATR 72-600 di Era Dirut AS
Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan kasus korupsi dalam proses pengadaan pesawat STR 72-600 oleh Garuda Indonesia.
Serupa dengan pernyataan Erick, penyelidikan kasus ini dalam rangka mendukung program bersih-bersih BUMN.
"Hari ini adalah menjadi permasalahannya adalah soal Garuda Indonesia. "
"Yang tadi dibicarakan, yang pertama adalah dalam rangka restrukturisasi Garuda Indonesia. Yang kedua adalah laporan Garuda untuk pembelian ATR 72-600."
"Ini adalah utamanya dalam rangka kami mendukung Kementerian BUMN dalam rangka bersih-bersih," kata Burhanuddin, dikutip dari sumber yang sama.
Diduga, kasus dugaan korupsi pesawat ini terjadi era kepemimpinan Direktur Utama Garuda Indonesia berinisial AS. "Direktur utamanya adalah AS," jelas dia.
Burhanudin juga menjelaskan pihaknya tak menutup kemungkinan ada potensi muncul kasus lain dari dugaan korupsi ini. Kejaksaan Agung berupaya menyelidiki kasus dugaan korupsi di Garuda sampai ke akarnya.
"Pengembangan pasti. InsyaAllah tidak berhenti di sini." "Kita akan kembangkan sampai Garuda benar-benar bersih," tandasnya. (Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Erick Thohir Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung: Saatnya BUMN Dibersihkan