Rabu, 4 Maret 2026

Garuda Indonesia Merugi

Bawa Bukti Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung, Erick Thohir: Saatnya Oknum di BUMN Dibersihkan

Bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Itulah yang mulai dilakoni Menteri BUMN Erick Thohir.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Bawa Bukti Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung, Erick Thohir: Saatnya Oknum di BUMN Dibersihkan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
LAWAN KORUPSI - Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan usai pertemuan di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Komplek Perkantoran Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Itulah yang mulai dilakoni Menteri BUMN Erick Thohir.

Dia melaporkan adanya dugaan kasus korupsi oleh PT Garuda Indonesia Tbk ke Kejaksaan Agung, Selasa (11/1/2022). Dugaan korupsi yang dilaporkan yakni berkaitan dengan pengadaan leasing pesawat ATR 72-600.

Dalam laporannya, Erick menyerahkan bukti berupa hasil audit investigasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Ini kita serahkan audit investigasi jadi bukan tuduhan."

"Karena kita sudah bukan eranya saling menuduh, tapi mesti ada fakta yang diberikan," tutur Erick dalam konferensi persnya di Kejagung, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Erick menjelaskan tujuan utama dari pelaporan ini sebagai wujud program bersih-bersih BUMN.

Ia ingin struktur organisasi BUMN bersih dari oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Tak hanya Garuda saja, Erick juga membuka kemungkinan melaporkan perusahaan BUMN lainnya yang memang terindikasi ada dugaan korupsi.

"Kita sinkronisasi data tidak hanya untuk kasus Garuda, banyak juga hal-hal yang lain yang kita dorong ke jaksa di kasus BUMN."

"Sudah saatnya oknum-oknum di BUMN harus dibersihkan. Inilah tujuan utama kita terus menyehatkan daripada BUMN tersebut," jelas Erick.

Baca juga: Survei: Sandiaga-Erick-Ridwan Cawapres Potensial di 2024

Meskipun begitu, Erick belum membeberkan berapa kerugian negara akibat dugaan korupsi ini.

Erick juga menegaskan, program bersih-bersih BUMN ini tak sekadar penangkapan atau penegakan hukum saja.

Tetapi, juga bertujuan untuk memperbaiki adminsitrasi BUMN secara menyeluruh.

"Ini bukan sekadar penangkapan atau menghukum oknum-oknum yang ada."

"Ini perbaikan admisitrasi secara menyeluruh di Kementerian BUMN sesuai program transformasi bersih-bersih BUMN," katanya.

Ia kembali mengatakan, dalam penyelidikan ini, pihaknya tak menutup kemungkinan timbul dugaan korupsi dari pesawat lain.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved