Selasa, 10 Maret 2026

Kapal Kargo Dibajak Pemberontak Houthi

Pelaut Indonesia Aman di Hotel, Surya Sempat Telepon Istrinya Semalam

Surya Hidayat Pratama, seorang kru kapal asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikabarkan disandera kelompok pemberontak, Houthi.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pelaut Indonesia Aman di Hotel, Surya Sempat Telepon Istrinya Semalam
Tribunnews
DIBAJAK - Kapal kargo Rwabee jenis Ro-ro milik Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga dibajak pemberontak Houthi Yaman di Laut Merah, Minggu (2/1/2022). (Fleetmon.com) 

Dalam kapal kargo Rwabee tersebut, sejumlah awak kapal ikut disandera.

Salah satunya awak berasal dari Indonesia bernama Surya Hidayat Pratama, sebagai Chief Officer di kapal itu, belum diketahui nasibnya hingga kini.

"Iya betul, ada awak kapal ABK Indonesia yang ikut disandera di kapal kargo tersebut," ungkap pendiri Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT, M. Mar. saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (10/1/2022) pagi.

Berdasar tayangan Youtube di saluran Radarekspres, Sabtu (8/01/2022), disebutkan, ABK Indonesia yang ikut tersandera di kapal tersebut merupakan warga Makassar.

Istri ABK tersebut, Sri Rahayu, mengungkapkan harapannya kepada pemerintah Indonesia, Presiden Joko Widodo untuk dapat membantu pembebasan suaminya.

Kapal kargo Rwabee jenis Ro-ro milik Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga dibajak pemberontak Houthi Yaman di Laut Merah, Minggu (2/1/2022).
Kapal kargo Rwabee jenis Ro-ro milik Uni Emirat Arab (UEA) yang diduga dibajak pemberontak Houthi Yaman di Laut Merah, Minggu (2/1/2022). (Fleetmon.com)

Dalam tayangan tersebut pihak humas Serikat Pelaut Sulawesi Selatan juga meminta perhatian serius pemerintah.

Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar. mengungkapkan keprihatinan dengan peristiwa yang menimpa pelaut Indonesia tersebut.

Karena itu dia menyerukan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk membantu pembebasan awak kapal Indonesia tersebut.

"Saya mendesak agar pihak-pihak yang memiliki otoritas agar bisa membuka jalur diplomasi yang dibutuhkan, agar bisa menyelamatkan warga Indonesia yang disandera," ujarnya.

"Saya sangat mendukung langkah yang diambil oleh Serikat Pelaut Sulawesi Selatan (SPSS) yang telah berusaha menghubungi pihak KBRI di negara UEA.

"Langkah SPSS memberi angin segar bagi kepedulian untuk para pelaut dan keluarga tentunya, " kata Capt. Hakeng di Jakarta, Senin (10/01/2022).

Baca juga: 136 Orang Terpapar Omicron, Kemenkes Minta Tunda Berpergian ke Arab Saudi-Turki

Capt. Hakeng menekankan, negara melindungi warga negaranya yang berada di luar negeri termasuk terkait dengan tindak pelanggaran keadilan internasional ataupun peristiwa kejahatan yang menimpa warga negara.

Begitu juga dengan tanggung jawab Negara yang melindungi warga negara asing di negara Indonesia.

"Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kemenaker, Kepolisian, TNI AL, Persatuan Pelaut Nasional dan Internasional dapat berkoordinasi dengan pihak keamanan di sana," ujar Capt.Hakeng.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved