Pesawat NASA Masuki Korona Matahari, Parker Mampu Pantulkan Panas
Kemajuan ilmu pengetahuan alam semesta begitu pesat. Teranyar, sebuah pesawat ruang angkasa milik NASA.
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
TRIBUNGORONTALO.COM - Kemajuan ilmu pengetahuan alam semesta begitu pesat. Teranyar, sebuah pesawat ruang angkasa milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) memasuki orbit matahari. Pesawat NASA sampai masuk ke korona (mahkota) matahari pada Desember 2021.
Keberhasilan ini menimbulkan pertanyaan seperti kenapa pesawat tidak meleleh? Dikutip dari Instagramnya, pihak NASA mengatakan pesawat memiliki pelindung panas, busa komposit karbon yang diapit di antara dua pelat karbon, dengan lapisan cat keramik putih untuk memantulkan panas.
Kepadatan rendah korona luar matahari berarti bahwa suhu tinggi tidak menghasilkan panas sebanyak yang Anda kira, tetapi pelindung panas Parker masih dirancang untuk bertahan hingga 3.000°F (1.650 C)!
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah pesawat ruang angkasa memasuki korona matahari—titik di atmosfer matahari di mana magnet dan gravitasinya cukup kuat untuk menghentikan pelepasan material matahari. Pesawat Parker Solar Probe diluncurkan pada tahun 2018. Pertama kali menembus korona matahari.
Sama seperti pendaratan di bulan yang memungkinkan para ilmuwan untuk memahami bagaimana ia terbentuk.
Progres ini membantu para ilmuwan mengungkap informasi penting tentang bintang terdekat kita dan pengaruhnya terhadap tata surya. Misalnya, perjalanan Parker Solar Probe melalui korona telah membantu para astrofisikawan memahami asal-usul zig-zag tidak biasa yang ditemukan dalam angin matahari yang mengalir melewati bumi dan planet-planet di luarnya.
Parker telah membuat sepuluh fly-bys dari matahari dan akan terus berputar semakin dekat saat mengumpulkan data selama empat tahun ke depan.
"Parker Solar Probe 'menyentuh matahari' adalah momen yang berarti bagi ilmu surya dan prestasi yang benar-benar luar biasa," ujar administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen, seperti dilansir dari kompas.com, belum lama ini.
Keberhasilan Parker Solar Probe disebutkan peneliti sebenarnya sudah terjadi pada bulan April lalu, tetapi mereka baru mengumumkannya tanggal 14 Desember 2021 di acara American Geophysical Union Fall Meeting 2021 di New Orleans.
Menurut studi yang dipublikasikan di Physical Review Letters ini, Parker Solar Probe telah diluncurkan pada 2018 dan semakin dekat dengan matahari.
Para peneliti mengatakan sebelum misinya selesai, Parker Solar Probe akan melakukan sebanyak 21 pendekatan di sekitar matahari selama tujuh tahun. Kemudian, pesawat Probe akan mengorbit dalam jarak lebih dari 6 juta kilometer dari permukaan matahari pada tahun 2024, lebih dekat daripada Merkurius yang merupakan planet terdekat dari matahari.
Saat paling dekat dengan matahari, pelindung panas komposit-karbon setebal 11 cm mampu bertahan terhadap suhu sekitar 1.371 derajat Celcius. Kendati demikian, peneliti mengungkapkan bagian dalam pesawat ruang angkasa dan instrumennya tetap berada pada suhu kamar. Nour Raouafi, salah satu ilmuwan di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins mengatakan, bahwa terbang begitu dekat dengan matahari, membuat Parker Solar Probe merasakan kondisi di lapisan atmosfer matahari (korona) yang tidak pernah didapat sebelumnya.
"Kami melihat bukti (pesawat) berada di korona pada data medan magnet, data angin matahari, dan visual dalam gambar," ujar Raouafi. "Kami benar-benar dapat melihat pesawat ruang angkasa terbang melalui struktur koronal yang dapat diamati selama gerhana matahari total," lanjutnya.
Misi mendekati
Pada awalnya, tim peneliti Parker Solar Probe mengamati bahwa pesawat luar angkasa milik mereka telah melintasi batas hingga memasuki atmosfer matahari untuk pertama kalinya di bulan April. "Kami sepenuhnya berharap cepat atau lambat, kami akan menjumpai korona setidaknya untuk jangka waktu yang singkat. Sangat menyenangkan bahwa kami sudah mencapainya (matahari)," jelas Justin Kasper, penulis utama studi sekaligus profesor di Universitas Michigan.
Setelah pesawat luar angkasa ini melintasi atmosfer matahari, peneliti membutuhkan beberapa bulan untuk menganalisis data yang dikumpulkan, serta memastikan bahwa Parker Solar Probe memang melintasi batas yang telah ditentukan, yakni permukaan Alfvnén.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korona-Matahari.jpg)