Muktamar NU
Ketum PBNU Perlu Kuatkan Institusi hingga Pembenahan SDM
Tiga tugas penting Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Mulai menguatkan institusi.
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
"Terakhir, saya juga berterima kasih kepada NU yang telah mengawal toleransi, kemajemukan, mengawal Pancasila dan UUD 1945, mengawal Kebhinekaan kita, mengawal NKRI," pungkas Jokowi.
Atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya jadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2021-2026, pemerintah beri respons.
Melalui Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Rumadi Akhmad, pemerintah apresiasi dan beri ucapan selamat kepada Gus Yahya.
Selain karena Gus Yahya bukan orang asing bagi pemerintahan, pemilihan Muktamar ke-34 NU ini menjadi bukti begitu kuatnya aspirasi rakyat untuk melakukan regenerasi kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU).
"Beliau pernah menjadi Wantimpres. Tentunya Pemerintah sangat senang dengan terpilihnya Gus Yahya ini." "Gus Yahya adalah simbol kekuatan kader muda NU," kata Rumadi dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (25/12/2021).
Rumadi berharap, NU terus menjaga khiitahnya sebagai organisasi sosial keagamaan yang menjaga keislaman dan keindonesiaannya di bawah kepemimpinan Ketua PBNU baru.
Juga menjadi pilar untuk memperkuat agenda nasional pemerintah terkait moderasi beragama. "NU organisasi yang supportif terhadap pemerintah sejauh kebijakan pemerintah sejalan dengan prinsip-prinsip NU," tegasnya. (Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 3 Tugas Penting Gus Yahya sebagai Ketum PBNU, Kuatkan Institusi hingga Pembenahan SDM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KH-Yahya-Cholil-Staquf-1.jpg)