Muktamar NU

Empat Nama Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU

Bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanas. Empat nama bakal calon ketum PBNU digadang akan mengikuti pemilihan.

Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
TRIBUNNEWS.COM/IST
PLENO - Tampak terlihat suasana sidang pleno 1 dan 2 pembahasan tata tertib Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di UIN Raden Intan, Lampung, Rabu (22/12/2021) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Lampung - Bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanas. Empat nama bakal calon ketum PBNU digadang akan mengikuti pemilihan pada Muktamar ke-34 NU.

Jika tak ada halangan, pemilihan calon Ketum PBNU akan digelar malam ini, Kamis (23/12/2021).

Keempat nama itu adalah KH Prof Dr KH Said Aqil Siradj, KH Dr As'ad Said Ali, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Marzuki Mustamar.

Said Aqil adalah petahana yang menjabat dua periode pada dua kali pemilihan yakni 2010-2015 dan 2015-2020.

Sedangkan Yahya Cholil Staquf merupakan Khatib Aam PBNU yang juga saudara kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Ayahnya, Cholil Bisri merupakan salah satu tokoh yang mendirikan NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara Marzuki Mustamar adalah pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Pemilihan Ketua Umum PBNU Lewat Voting Malam Ini

Marzuki kini juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur periode 2018-2023.

Calon lainnya Kiai As'ad pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU periode 2010-2015 dan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) 2000-2011.

Kiai As'ad banyak melakukan kaderisasi di level bawah dengan mendirikan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

Dari empat nama tersebut, nama Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil disebut-sebut memiliki basis pendukung kuat.

Itu terlihat pula pada peta konstelasi dukungan PWNU dan PCNU. Aksi saling klaim dukungan pun terjadi diantara masing-masing pendukungnya.

Ketua SC Panitia Muktamar M Nuh tak menampik keempat kandidat tersebut akan masuk dalam bursa pencalonan.

Menurut dia, pencalonan kandidat ketua umum dalam organisasi NU sangat terbuka. "Siapa saja boleh, yang lain selain itu juga boleh jadi silahkan saja," kata M Nuh kepada awak media, Kamis (23/12/02021).

Kendati demikian, kata M Nuh, ada syarat minimal dukungan untuk bisa ditetapkan sebagai calon Ketua Umum.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved