Rabu, 4 Maret 2026

Alokasi Rp 400,1 Triliun Sejak 2015, Jokowi: Hati-hati Kelola Dana Desa

Dana desa Rp 400,1 triliun sudah tersalurkan sejak tahun 2015. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada pengelola dana desa hati-hati.

Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Alokasi Rp 400,1 Triliun Sejak 2015, Jokowi: Hati-hati Kelola Dana Desa
Tribunnews
Presiden Jokowi berpidato pada Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM — Dana desa Rp 400,1 triliun sudah tersalurkan sejak tahun 2015. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada pengelola dana desa supaya berhati-hati, jangan sampai terjadi penyalagunaan anggaran.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BUM Desa di Ballroom Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (20/12/2021).

“Bahwa penyaluran Dana Desa sejak tahun 2015 sampai saat ini, kita sudah menyalurkan Rp 400,1 triliun,” katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Senin.

Dengan rincian, anggaran Dana Desa di tahun 2015 sebesar Rp 20,8 triliun, tahun 2016 sebesar Rp 46,7 triliun, dan tahun 2017 Rp 59,8 triliun.

Pada tahun 2018 sebesar Rp 59,8 triliun, tahun 2019 Rp 69,8 triliun, tahun 2020 Rp 71,1 triliun, dan tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun.
Presiden pun mengingatkan agar pengelolaan Dana Desa dilakukan secara baik.

“Hati-hati pengelolaan Dana Desa yang jumlahnya tidak sedikit, jumlahnya sangat besar sekali,” ucap Jokowi.

Presiden juga menegaskan, sejak tahun 2014 pemerintah telah berkomitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran, perbatasan, dan desa.

Pembangunan yang dilakukan bersifat Indonesia sentris, bukan Jawa sentris, sebagaimana dilansir Setkab.go.id.

“Yang kita bangun juga bukan hanya yang gede-gede saja, yang kita bangun juga bukan hanya yang besar-besar saja.”
“Jalan tol misalnya, atau pelabuhan-pelabuhan besar, atau airport atau bandara, bukan itu saja.”

“Tetapi juga jalan-jalan di kampung, jalan-jalan di desa, embung-embung kecil yang ada di desa, dan memperbaiki pasar-pasar rakyat yang ada di desa-desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan sejumlah pembangunan fisik di desa juga telah dilakukan menggunakan alokasi anggaran tersebut.

“Dari data yang saya miliki, fisiknya yang sudah terbangun itu juga kelihatan. Jalan desa misalnya, sudah terbangun 227 ribu kilometer jalan desa, embung yang kecil-kecil 4.500 unit, irigasi 71 ribu unit, jembatan 1,3 juta meter, pasar desa ada 10.300 unit, BUMDes saat ini juga telah mencapai 57.200 unit. Ini kelihatan, kelihatan, kelihatan,” jelas Jokowi,
Bahkan, dana tersebut juga digunakan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa.

Di antaranya pembangunan prasarana penyediaan air bersih sepanjang 1,2 juta kilometer, posyandu 38 ribu unit, polindes 12 ribu unit, hingga drainase 38 juta meter.

Pemerintah Hibahkan Dana Desa 2022 untuk BLT dan Pemberdayaan Masyarakat
Dikutip dari Kompas.com, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menterii Desa PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengatakan pemerintah pusat telah memberikan patokan untuk penggunaan dana desa (DD) 2022.
“Sekitar 40 persen dana desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).”

“Selebihnya, 60 persen dapat dimanfaatkan sebagai program Pemberdayaan untuk Masyarakat Desa," katanya.
Adapun rincian penggunaan desa tersebut, ialah 20 persen untuk ketahanan pangan dan hewani.

Baca juga: BLT UMKM Rp 1,2 Juta Cair Desember 2021 Melalui eform.bri.co.id atau banpresbpum.id

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved