Dua Hari Terakhir Terjadi 102 Kali Gempa di Bali dan Nusa Tenggara
Indonesia siaga dan waspadai gempa bumi. Setelah Flores, Nusa Tenggara Timur, gempa mengguncang Sorong, Papua Barat, Minggu (19/12/2021).
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
BMKG wilayah III Denpasar meminta masyarakat pesisir mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Bali pada 18-22 Desember 2021 berkenaan dengan adanya fase bulan purnama.
"Bersamaan dengan adanya fase bulan purnama dan kejadian curah hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia, dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan ketinggian banjir rob yang lebih signifikan," kata Dwi.
Dia menjelaskan, beberapa wilayah pesisir di Bali diimbau untuk waspada terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum dan potensi banjir pesisir tersebut.
"Wilayah Pesisir Bali yang berpotensi pada tanggal 18 - 22 Desember 2021, di antaranya Nusa Dua, Kuta, Kedonganan, Benoa, Sanur, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Karangasem, dan Jembrana," paparnya.
Potensi banjir rob diprediksi berlangsung dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah.
Kondisi ini, kata Dwi, secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
"Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut," katanya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 18-19 Desember 2021.
"Peringatan dini cuaca pada 18-19 Desember 2021 di wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada 18 Desember 2021 meliputi Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli dan Karangasem," kata Dwi.
"Sedangkan untuk tanggal 19 Desember 2021 meliputi wilayah Jembrana, Tabanan, Buleleng, Bangli, Gianyar dan Karangasem," sambung dia.
BMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat untuk waspada dampak dari cuaca ekstrem.
"Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, genangan air tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kalat/petir," ujarnya.
Selain itu, kata Dwi, bagi pengguna dan operator jasa transpotasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau mewaspadai potensi gelombang laut.
"Potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2.0 meter atau lebih di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan dan Samudera Hindia selatan Bali," ujar dia. (Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pecatat-Gempa.jpg)