Dua Hari Terakhir Terjadi 102 Kali Gempa di Bali dan Nusa Tenggara

Indonesia siaga dan waspadai gempa bumi. Setelah Flores, Nusa Tenggara Timur, gempa mengguncang Sorong, Papua Barat, Minggu (19/12/2021).

Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Lodie Tombeg
Tribun Batam
Ilustrasi pencatatan gempa bumi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Denpasar — Indonesia siaga dan waspadai gempa bumi. Setelah Flores, Nusa Tenggara Timur, gempa mengguncang Sorong, Papua Barat, Minggu (19/12/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mencatat sebanyak 102 kali gempa terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada dua hari terakhir, Jumat-Sabtu 17 dan 18 Desember 2021.

"Resume Kegiatan Posko Nataru 2021/2022 tanggal 17-18 Desember 2021 jumlah gempa bumi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 102 kali, jumlah gempa bumi di Bali sebanyak 3 kali dan jumlah gempa bumi dirasakan sebanyak 2 kali," ungkap Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto kepada Tribun Bali, Sabtu.

Disinggung terkait seratusan gempa yang terjadi dalam dua hari ini, Dwi menyebut gempa tersebut didominasi gempa susulan di wilayah Flores, NTT. “Memang didominasi gempa susulan di Flores," kata dia.

Sedangkan jumlah dua gempa yang dirasakan ialah dua gempa bumi di Karangasem, yang terjadi, Sabtu 18 Desember 2021.

Dia menjelaskan, dua gempa tektonik manitudo 3,2 dirasakan di Karangasem, Sabtu pukul 06.59.55 Wita dan pukul 07.56 Wita.
Hasil analisa BMKG menunjukkan, gempa pertama berkekuatan M=3,2.

Episenter terletak pada koordinat 8,29° LS; 115,65° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 15 km timur laut Karangasem, pada kedalaman 10 km.

Gempa kedua terjadi pada pukul 07.56.53 Wita berkekuatan M=3,2. Episenter terletak pada koordinat 8,29° LS; 115,62° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 km timur laut Karangasem, Bali pada kedalaman 14 km.

Jenis dan mekanisme gempa, kata Dwi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

"Dampak gempa bumi pertama berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Karangasem meliputi Abang, Bebandem, Selat dan Kubu II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," ujarnya.

Baca juga: Gempa Beruntun Guncang Sorong-Papua Barat, BMKG: Berkekuatan M 5,5

Gempa kedua dirasakan di wilayah Abang-Karangasem II MMI dengan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa tektonik menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat, BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangungan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved