RUPS Bank SulutGo
2 Kandidat Calon Komisaris BSG Mencuat Jelang RUPS Bank Sulut Gorontalo, Ini Sosok Mereka
Dua nama kuat mencuat ke permukaan sebagai calon pengisi posisi strategis di jajaran Dewan Komisaris "Torang Pe Bank".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Vicky-Lumentut-dan-Rania-Riris-Ismail.jpg)
Ringkasan Berita:
- RUPS Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Manado menjadi momentum krusial untuk perombakan jajaran Komisaris dan Direksi BSG
- Vicky Lumentut, mencuat sebagai calon Komisaris; ia dinilai memiliki kapasitas mumpuni berkat latar belakang pendidikan doktor dari Prancis serta pengalaman panjang di birokrasi Sulawesi Utara.
- Menantu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Rania Riris Ismail, turut menjadi sorotan karena digadang-gadang akan mengisi posisi Komisaris
TRIBUNGORONTALO.COM – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang berlangsung pada Selasa (10/2/2026) hari ini, memunculkan kejutan besar di tengah publik.
Dua nama kuat mencuat ke permukaan sebagai calon pengisi posisi strategis di jajaran Dewan Komisaris "Torang Pe Bank".
Suasana di Kantor Pusat BSG yang berlokasi di Jalan Pierre Tendean (Boulevard) Manado, tampak jauh lebih intens dari biasanya.
Agenda kali ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan sebuah babak baru dalam kepemimpinan perbankan daerah tersebut.
Isu penyegaran struktur kepemimpinan kini menjadi topik utama di kalangan perbankan dan pemerintahan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pasalnya, periodisasi Pengurus BSG untuk masa jabatan 2021-2026 telah memasuki masa berakhirnya.
Godbless Sofcar Vicky Lumentut
Nama pertama yang menghebohkan publik adalah Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H., M.Si. Sosok yang akrab disapa Vicky Lumentut ini disebut-sebut akan menduduki salah satu kursi Komisaris BSG.
Kehadiran nama Vicky Lumentut dinilai banyak pihak sebagai langkah strategis mengingat pengalaman panjangnya dalam tata kelola pemerintahan. Ia merupakan mantan Wali Kota Manado dua periode yang memiliki basis massa dan jaringan yang sangat luas.
Vicky Lumentut disebut-sebut akan menggantikan satu posisi komisaris yang saat ini dijabat. Selain itu, beredar pula informasi bahwa satu posisi komisaris lainnya berpotensi diisi oleh wajah baru.
Vicky Lumentut bukan sosok baru di dunia pemerintahan dan birokrasi Sulawesi Utara. Pria kelahiran 8 Juni 1959 ini pernah menjabat sebagai Wali Kota Manado selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2020. Ia tercatat sebagai Wali Kota Manado ke-19 sejak kemerdekaan Republik Indonesia.
Di era kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Vicky Lumentut juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sulut.
Dari sisi pendidikan, Vicky Lumentut memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Unsrat pada 2011. Vicky juga menyelesaikan studi magister di IPB University, STIE Widya Jayakarta, hingga pendidikan pascasarjana di Prancis. Gelar doktor diraihnya dari Université Aix Marseille III, Prancis.
Selama menjabat sebagai Wali Kota Manado, Vicky dikenal dengan sejumlah program pro-rakyat, seperti layanan kesehatan gratis (Universal Coverage), tunjangan lansia, dana duka, insentif rohaniawan, hingga peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan dan kepala lingkungan.
Di bawah kepemimpinannya, Kota Manado juga meraih puluhan penghargaan nasional, di antaranya Wahana Tata Nugraha, Indonesian Ministers Awards, Indonesia Innovation Award, hingga berbagai penghargaan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Selain pernah menjabat sebagai Ketua Umum APEKSI periode 2012–2016, Vicky Lumentut juga memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, mulai dari pejabat teknis di Pemprov Sulut, Sekretaris Daerah Kota Manado, hingga kepala dinas dan biro pembangunan.
Suami dari Prof Julyeta Paulina Amelia Runtuwene ini juga dikenal aktif di dunia politik dan organisasi. Saat ini, ia tercatat pernah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulut dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Manado.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Bank SulutGo terkait susunan komisaris dan direksi yang baru. Kepastian tersebut diperkirakan akan diumumkan setelah RUPS selesai digelar.
Baca juga: Kisah Iptu Fitri S Ali Sosok Kapolsek Telaga Biru, 4 Kali Gagal Tes TNI Gorontalo
Rania Riris Ismail
Sementara itu, nama kedua yang tak kalah menarik perhatian adalah Rania Riris Ismail. Kehadirannya di area RUPS menarik atensi karena statusnya yang merupakan menantu dari Gubernur Gorontalo saat ini, Gusnar Ismail.
Rania Riris Ismail terlihat hadir di tengah-tengah momentum krusial tersebut. Sosoknya dianggap sebagai representasi dari kepentingan daerah Gorontalo dalam struktur pengawasan bank yang merupakan milik bersama dua provinsi ini.
Rania Riris Ismail diketahui merupakan menantu dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Kehadirannya di arena RUPS pun langsung menjadi sorotan.
Pantauan Tribun Manado, Rania Riris Ismail terlihat duduk bersama jajaran Komite Bank SulutGo serta Vicky Lumentut di dalam ruang pelaksanaan RUPS.
Kedatangannya ikut memunculkan informasi yang beredar bahwa Rania Riris Ismail digadang-gadang akan mengisi salah satu posisi Komisaris Bank SulutGo sebagai perwakilan dari Provinsi Gorontalo.
Agenda RUPS Bank SulutGo tahun ini memang menjadi perhatian publik, menyusul adanya kabar mengenai kemungkinan pergantian di jajaran Komisaris dan Direksi bank milik pemerintah daerah tersebut.
Sumber resmi Tribun Manado menyebutkan, RUPS kali ini membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi kinerja manajemen serta penyegaran struktur kepemimpinan Bank SulutGo.
“Untuk kepastian pergantian Komisaris dan Direksi nanti akan diketahui setelah RUPS selesai,” ujar sumber Tribun Manado.
RUPS kali ini memang memiliki dua agenda krusial. Pertama adalah RUPS Tahun Buku 2025 yang berfokus pada evaluasi kinerja keuangan sepanjang tahun lalu.
Agenda kedua adalah RUPS Luar Biasa (RUPS-LB). Pada bagian inilah, perombakan dan penunjukan jajaran Komisaris serta Direksi baru akan diputuskan secara resmi oleh para pemegang saham.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), hadir secara langsung. Selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), suara YSK memiliki bobot yang sangat menentukan arah kepemimpinan bank ke depan.
YSK tiba di kantor pusat BSG sekitar pukul 09.30 Wita dengan kawalan protokol yang ketat. Kehadirannya disambut langsung oleh jajaran manajemen yang saat ini masih menjabat.
Didampingi oleh Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, YSK langsung menuju lantai sembilan gedung tersebut. Lantai ini menjadi saksi bisu pembahasan rahasia mengenai masa depan perbankan di Sulut dan Gorontalo.
Tak berselang lama, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail juga tampak memasuki area gedung. Sebagai perwakilan dari pemegang saham provinsi tetangga, Gusnar membawa amanat besar dari masyarakat Gorontalo.
Baca Juga: Populer Sulut: 62 Pejabat Dilantik YSK, Hari Ini RUPS BSG di Manado, Buaya Muncul di Bitung
Peserta RUPS kali ini memang sangat lengkap. Sebanyak 15 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Sulawesi Utara dilaporkan hadir memenuhi undangan tersebut.
Dari sisi Gorontalo, enam kepala daerah atau perwakilannya juga telah berada di Gedung Kantor Pusat BSG. Kehadiran para kepala daerah ini penting karena masing-masing kabupaten/kota memiliki porsi saham di bank tersebut.
Dari pihak internal BSG, tampak Komisaris seperti Max Kembuan yang mewakili PT Mega Corpora sudah bersiap di ruang rapat. Kehadiran perwakilan korporasi swasta ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor privat.
Komisaris Utama saat ini, Ramoy Markus Luntungan, juga terlihat bersama anggota dewan komisaris lainnya, yakni Syahrul Mamonto dan Jacklyj Koloay. Mereka semua menunggu keputusan apakah posisi mereka akan dipertahankan atau diganti.
Di barisan kursi eksekutif, Direktur Utama Revino Pepah memimpin jajaran direksi. Ia didampingi oleh Pius Batara (Dirpem), Machmud Turuis (Dirkep), Joubert Dondokambey (Dirum), dan Louisa Parengkuan (Dirops).
Isu pergantian ini semakin menguat seiring dengan tuntutan publik akan inovasi perbankan yang lebih agresif. BSG diharapkan mampu bersaing dengan bank nasional dalam hal digitalisasi dan layanan nasabah.
Sumber internal menyebutkan bahwa evaluasi kinerja manajemen menjadi poin panas dalam diskusi. Beberapa pihak menginginkan adanya wajah-wajah baru yang lebih segar untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2026.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul RUPS Bank SulutGo Digelar Hari Ini, Isu Pergantian Komisaris dan Direksi Menguat
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.