Bencana Siau Sulut
5 Warga Tewas dan Balita Hilang Dampak Banjir dan Longsor di Pulau Siau, Polres Nyaris Tertimbun
Sedikitnya lima warga meninggal dunia, tiga orang, termasuk seorang balita, dilaporkan hilang, sementara puluhan rumah rusak parah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BANJIR-Banjir-dan-tanah-longsor-terjadi-di-Pulau-Siau-Polres-Sitaro___.jpg)
Danramil 1301-02/Siau, Kapten Inf Steven Tedy Joseph, mengatakan aparat TNI bersama kepolisian dan masyarakat terus melakukan pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir.
“Kami fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan dan membantu membuka akses yang tertutup material banjir.
Kami juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit turut mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap tenang menghadapi situasi darurat.
“Pemda bersama masyarakat bergotong royong membantu penanganan bencana. Kami turut berduka cita dan berempati sedalam-dalamnya kepada para korban. Pendataan masih terus dilakukan dan akan kami perbarui setelah data lengkap,” kata Chyntia.
Pulau Siau sendiri berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai wilayah rawan bencana karena memiliki Gunung Karangetang yang masih aktif.
Hingga Senin siang, penanganan darurat dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
(*)