Kebakaran Panti Werdha
Sosok Ci Hoa Korban Kebakaran Panti Werdha Sulut, Jemaat Gereja Kristus Manado
Seorang penghuni bernama Lao Kiem Hoa (73) atau akrab disapa Ci Hoa berhasil selamat setelah digendong keluar dari kamar oleh penatua panti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ci-Hoa-ceritakan-detik-detik-kebakaran-terjadi-di-Panti-Werdha.jpg)
Ringkasan Berita:
- Saat bersiap tidur, Ci Hoa mendengar ketukan panik di pintu
- Penatua panti Jhony akhirnya menggendongnya keluar hingga selamat, sementara rekannya Oma Rini tak tertolong.
- Ci Hoa bersama delapan lansia lainnya kini dirawat di RSUD Manado
TRIBUNGORONTALO.COM – Malam mencekam di Panti Werdha Damai Ranomuut, Paal 2, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/12/2025), menyisakan kisah pilu sekaligus haru.
Seorang penghuni bernama Lao Kiem Hoa (73) atau akrab disapa Ci Hoa berhasil selamat setelah digendong keluar dari kamar oleh penatua panti.
Ci Hoa mengaku saat itu ia sudah bersiap tidur di kamarnya. Sekitar pukul 20.00 Wita, suasana panti masih tenang. Tak ada firasat buruk yang ia rasakan.
Belum sempat terlelap, suara ketukan keras terdengar dari pintu kamarnya. Dari luar, penjaga panti, Om Inyo, berteriak panik memanggil namanya. “Ci Hoa, keluar, keluar!” begitu ia menirukan.
Awalnya Ci Hoa tak menyangka ada kebakaran. Namun begitu membuka pintu, ia terkejut melihat api sudah membesar di luar kamar. Kepanikan pun tak terhindarkan.
Dengan tubuh renta dan hanya bisa berjalan menggunakan walker, Ci Hoa berusaha keluar kamar. Namun langkahnya tertatih, sementara api terus merambat.
Di tengah situasi genting, seorang penatua panti bernama Jhony datang. Tanpa pikir panjang, ia langsung menggendong Ci Hoa keluar dari kamar yang sudah dikepung api. “Dia pikul saya keluar dari sana,” ucap Ci Hoa lirih.
Di kamar itu, Ci Hoa tidak sendiri. Ia tidur bersama Oma Rini, penghuni lain yang sakit dan hanya bisa terbaring di kasur. Sayangnya, Oma Rini tak sempat terselamatkan.
Ci Hoa keluar hanya dengan pakaian di badan. Semua barang pribadinya hangus terbakar. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena nyawanya masih diselamatkan.
“Yang penting kita bersyukur. Ini hanya anugerah Tuhan,” katanya pelan, masih terbaring lemah di ruang IGD RSUD Manado.
Lantas, siapa Ci Hoa?
Ci Hoa lahir di Manado pada 28 Juni 1952. Ia anak tunggal, tanpa saudara, dan sejak 2023 tinggal di Panti Werdha Ranomuut.
Sebelum masuk panti, ia sempat tinggal sendiri di Karame. Setelah rumahnya dijual, ia memilih bergabung di panti untuk mendapat perawatan.
Dalam kesehariannya, Ci Hoa dikenal sebagai jemaat Gereja Kristus Manado di Jalan Sam Ratulangi.
Kini, ia masih menjalani perawatan medis di RSUD Manado bersama delapan korban selamat lainnya.
Baca juga: Detik-detik 16 Lansia Tewas di Panti Jompo Manado, Dikepung Api dari Belakang
9 Lansia Dirawat di RS
RSUD Manado merawat sembilan lansia korban kebakaran, termasuk Ci Hoa. Mereka ditempatkan di ruang IGD sebelum dipindahkan ke ruang inap lantai 6.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang sempat datang memantau kondisi para korban.
Influencer Sulut, Didi Roa, juga hadir memberi semangat kepada para lansia yang selamat.
Berdasarkan data resmi, korban selamat yang dirawat di RSUD antara lain Yetti Kandou (86), Meske Merte (65), Rolin Rungan (64), Paulus Kaonang (70), Chrishan Yusuf (67), Rike Kaligis (73), Sutinem (60), dan Kwan She Poe (68).
Sementara itu, relawan Damkar bernama Reki menceritakan bagaimana ia bersama warga berusaha menyelamatkan penghuni panti.
Ia berhasil mengevakuasi tujuh lansia, meski ada yang meninggal karena terpapar asap.
Reki mengaku syok, bahkan sempat menangis saat mengevakuasi para penghuni.
Ia mengenang seorang oma yang sempat berkata akan bertemu keluarganya pada 5 Januari, namun tak sempat selamat.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.36 Wita. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wita oleh tiga unit Damkar Pemkot Manado.
Polisi langsung turun ke lokasi untuk mengamankan TKP dan membantu evakuasi.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menyebut 16 orang meninggal dunia dalam insiden itu.
Tim DVI Bidokkes Polda Sulut melakukan identifikasi korban di RS Bhayangkara Manado.
Polisi juga melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Hingga kini, proses identifikasi korban meninggal masih berlangsung di RS Bhayangkara.
Polda Sulut membuka posko DVI Ante Mortem bagi keluarga yang ingin mencari informasi korban.
Alamsyah menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga korban.
Panti Werdha sendiri merupakan tempat perawatan lansia yang menyediakan layanan jasmani, rohani, sosial, dan perlindungan.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa rentannya penghuni panti terhadap bencana, sekaligus menegaskan pentingnya sistem keamanan dan evakuasi darurat di fasilitas perawatan lansia.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kesaksian Ci Hoa, Korban Selamat Kebakaran Panti Werdha: Sudah Mau Tidur Lalu Terdengar Suara Panik
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.