PLN
Berkat Dukungan PLN, Petani Lampoko Raup Ratusan Juta dari Panen Bawang
Dalam program ini, PLN tak tanggung-tanggung memberikan berbagai bantuan mulai dari traktor, bibit bawang merah, mesin pengering, pemotong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Panen-Bawang-Merah-vnz.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Senyum puas terpancar dari wajah para petani Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.
Lebih dari 20 petani di desa ini tengah menikmati manisnya hasil panen bawang merah yang mencapai angka luar biasa sekitar Rp700 juta hanya dalam satu musim.
Panen ini bukan sekadar keberhasilan pertanian, tetapi juga menjadi bukti nyata dampak positif program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi sejak 2021.
Dari Traktor hingga Mesin Sealer, PLN Hadirkan Dukungan Lengkap
Desa Lampoko terpilih sebagai lokasi program TJSL karena kedekatannya dengan proyek strategis PLTU Sulsel Barru 2.
Dalam program ini, PLN tak tanggung-tanggung memberikan berbagai bantuan mulai dari traktor, bibit bawang merah, mesin pengering, pemotong, hingga alat pengemasan untuk produksi bawang goreng.
Baca juga: Sunah Memperbarui Wudu dalam Kondisi Suci, Simak Dalil dan Keutamaannya
Baca juga: Arab Saudi–Pakistan Teken Pakta Pertahanan, Siap Lawan Serangan Bersama
Bantuan tersebut terbukti meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. engadaan traktor membuat hasil panen bawang merah meningkat sekaligus menekan biaya produksi.
Data dari 2021 hingga 2023 mencatat petani berhasil menghemat biaya sewa traktor hingga Rp162 juta. Hasil panen pun meningkat berkat dukungan sarana dan pelatihan yang diberikan.
Pengadaan traktor membuat hasil panen bawang merah meningkat sekaligus menekan biaya produksi. Berdasarkan data 2021-2023, melalui bantuan ini petani berhasil menghemat biaya sewa traktor hingga Rp162 juta.
Hingga kini, penghematan masih terus berlanjut dengan efektivitas pemanfaatan traktor yang telah diserahkan PLN.
Selain itu, pendapatan petani juga meningkat seiring bertambahnya volume penjualan bawang merah berkat sarana dan keterampilan baru yang mereka miliki.
Hingga kini, penghematan masih terus berlanjut dengan efektivitas pemanfaatan traktor yang telah diserahkan PLN.
Kepala Desa Lampoko, Budiman, S.A.P, mengungkapkan bahwa panen kali ini mencapai 1 ton bawang merah, dengan harga jual antara Rp30–40 ribu per kilogram. Ini berarti nilai ekonominya menyentuh angka Rp700 juta.
Bahkan, musim sebelumnya, hasil panen bisa tembus hingga 2 ton hanya dalam 60 hari masa tanam.
“Hasil panen para petani di musim panen kali ini kurang lebih 1 ton, dengan harga Rp30-40 ribu per kilogram yang berarti mencapai sekitar Rp. 700 Juta. Di musim sebelumnya bahkan petani bisa sampai 2 ton hanya dengan masa tanam 60 hari, semua ini tak lepas dari dukungan sarana pertanian dari PLN.” tuturnya.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyebutkan bahwa kesuksesan petani Lampoko adalah bukti bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.