Kultum Milenial
Kultum Milenial - Rindiani Mahasiswa IAIN Gorontalo: 2 Kebahagiaan Orang Berpuasa
Ada kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan memperoleh dua kegembiraan besar, yakni kebahagiaan saat berbuka puasa di dunia dan kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah SWT di akhirat
- Makna Kemenangan Harian: Kebahagiaan saat berbuka bukan sekadar tentang makanan, melainkan wujud rasa syukur dan kelegaan hati karena telah diberikan kekuatan oleh Allah
- Ramadan adalah momentum untuk menanam "benih" kebaikan melalui amal ibadah yang pahalanya dilipatgandakan
TRIBUNGORONTALO.COM – Ada kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, khususnya bagi mereka yang berpuasa.
Kabar gembira ini disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang singkat, tetapi memiliki makna yang sangat dalam dan mampu menginspirasi umat hingga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada dua kebahagiaan yang akan dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa di bulan suci Ramadan.
Dua kebahagiaan ini merupakan karunia khusus yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Kebahagiaan yang pertama adalah kebahagiaan ketika waktu berbuka puasa tiba.
Sebagaimana kita rasakan bersama, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa menahan lapar dan haus.
Kurang lebih selama 13 hingga 14 jam, kita menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa.
Rasa lapar terkadang membuat perut terasa melilit, sementara rasa haus dapat membuat tenggorokan terasa kering. Namun semua itu dijalani dengan penuh kesabaran karena kita mengetahui bahwa ada pahala besar yang menanti.
Ketika waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, saat beduk ditabuh atau azan Magrib berkumandang, saat itulah muncul kebahagiaan yang luar biasa di hati orang-orang yang berpuasa.
Wajah-wajah yang sejak siang menahan rasa lapar dan haus akan berubah menjadi ceria. Hati terasa lega karena telah berhasil menuntaskan ibadah puasa hingga waktu berbuka.
Dalam momen tersebut, satu kalimat yang sering terucap dari lisan orang-orang yang berpuasa adalah rasa syukur kepada Allah SWT.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita untuk menjalani puasa hingga akhirnya dapat berbuka pada sore hari.
Rasa syukur itu bukan hanya karena makanan dan minuman yang akan dinikmati, tetapi juga karena kita telah diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah puasa dengan baik.
Itulah kebahagiaan pertama yang hanya dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa di bulan suci Ramadan.
Namun Rasulullah SAW juga menyampaikan bahwa ada kebahagiaan kedua yang jauh lebih besar dan lebih agung.
Kebahagiaan kedua ini akan dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa ketika mereka berjumpa dengan Allah SWT.
Orang-orang yang beriman menjalani hari-hari Ramadan dengan berbagai amal kebaikan. Mereka berpuasa di siang hari dan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.
Setiap hari di bulan Ramadan diisi dengan usaha untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semua amal kebaikan itu ibarat benih yang ditanam selama bulan Ramadan.
Dan ketika seseorang meninggalkan dunia yang fana ini, ketika ia berjumpa dengan Tuhannya, maka ia akan memetik hasil dari benih-benih kebaikan yang telah ia tanam selama hidupnya.
Pada saat itulah ia akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, karena amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas selama Ramadan menjadi sebab datangnya rahmat dan ridha Allah SWT.
Oleh karena itu, bulan suci Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap umat Muslim.
Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan yang datang dan pergi tanpa makna. Ramadan adalah kesempatan emas yang Allah SWT berikan kepada kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
Setiap amal ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Bahkan pahala dari setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan.
Setiap detik yang kita jalani, setiap denyut nadi kita, bahkan setiap hembusan napas kita dapat bernilai ibadah apabila diisi dengan niat yang baik dan dilakukan dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Karena itu, marilah kita memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.
Jangan sampai semangat kita hanya muncul di awal Ramadan, kemudian perlahan memudar seiring berjalannya waktu.
Sebaliknya, semangat beribadah seharusnya terus kita jaga hingga akhir Ramadan.
Mari kita isi hari-hari Ramadan dengan memperbanyak amal kebaikan, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Kita juga harus menyadari bahwa tidak ada jaminan bagi kita untuk bertemu kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.
Bisa jadi Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir bagi sebagian dari kita.
Karena itu, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang dan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan di masa yang akan datang.
Baca juga: Nama-nama 171 Kepala Sekolah Dilantik Bupati Gorontalo Hari Ini 6 Maret 2026
Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang.
Akhirnya, marilah kita berusaha menjalani Ramadan dengan sebaik-baiknya, sehingga ketika bulan suci ini berakhir kita dapat keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, tujuan dari ibadah puasa adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadan diterima oleh Allah SWT dan semoga kita dijauhkan dari perbuatan dosa.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.