Jadwal Imsakiyah
Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan 1447H di Gorontalo, Lengkap Waktu Salat Wajib
Simak jadwal Imsakiyah dan waktu salat lima waktu per 1 Ramadan 1447H. Umat Muslim di Gorontalo akan memasuki bulan suci Ramadhan
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Pemerintah melalui Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026
- Muhammadiyah menetapkannya sehari lebih awal, yaitu Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan ini disikapi dengan imbauan untuk saling menghormati
- Untuk 1 Ramadan (19 Februari), waktu Imsak adalah pukul 04.33 WITA dan Subuh pukul 04.43 WITA. Terdapat penyesuaian waktu untuk wilayah lain
TRIBUNGORONTALO.COM – Simak jadwal Imsakiyah dan waktu salat lima waktu per 1 Ramadan 1447H.
Umat Muslim di Gorontalo akan memasuki bulan suci Ramadhan dengan penuh khidmat.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kemudian menyampaikan hasil sidang isbat.
Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan ini dilakukan setelah melalui rangkaian seminar posisi hilal, perhitungan astronomi, serta sidang tertutup yang hasilnya diumumkan lewat konferensi pers.
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah melalui maklumat resmi menetapkan awal Ramadan sehari lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026.
Perbedaan ini muncul karena metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah memastikan bulan sudah memenuhi syarat secara teoritis, sementara pemerintah berpegang pada kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang disepakati negara anggota MABIMS.
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, mengingatkan umat Islam untuk saling menghormati perbedaan penetapan tersebut.
Menurutnya, perbedaan awal maupun akhir puasa adalah hal yang lumrah dan dapat dimaklumi.
Berikut jadwal imsakiyah untuk 1 Ramadhan seperti dilansir TribunGorontalo.com dari situs resmi Kemenag RI.
Jadwal Imsakiyah dan Salat 5 Waktu
Imsak: 04.33 WITA
Subuh: 04.43 WITA
Terbit: 05.55 WITA
Duha: 06.23 WITA
Zuhur: 12.05 WITA
Asar: 15.22 WITA
Magrib: 18.08 WITA
Isya: 19.17 WITA
Penyesuaian Waktu
- Suwawa, Kabila, Tapa, Limboto, Batudaa, Atinggola dan sekitarnya: Menyesuaikan dengan jadwal
- Bone Pantai dan Suwawa Timur: -1 Menit
- Kwandang dan Tibawa: +1 Menit
- Anggrek, Boliyohuto, dan Paguyaman: +2 Menit
- Sumalata dan Tilamuta: +3 Menit
- Paguat: +4 Menit
- Marisa: +5 Menit
- Lemito: +6 Menit
- Molosipat: +7 Menit
Jadwal ini menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari waktu menahan diri hingga berbuka.
Niat Puasa Ramadan
Niat puasa Ramadan setiap hari dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Waktu Terbaik Melafalkan Niat
Melansir dari KompasTV, waktu untuk berniat puasa wajib dimulai sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar (waktu subuh).
Oleh karena itu, masyarakat biasanya melafalkan niat ini secara bersama-sama setelah salat Tarawih atau saat menyantap sahur.
Dengan memahami variasi bacaan niat ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Berikut adalah rincian teks bacaan niat yang bisa Anda gunakan:
1. Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
Gunakan bacaan ini setiap malam atau saat sahur sebelum memasuki waktu Subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
2. Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
Dibaca pada malam pertama bulan Ramadan sebagai langkah berjaga-jaga:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah.”
(TribunGorontalo.com/KompasTV)
Sebagian artikel ini telah tayang di KompasTV
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-orang-sedang-menyantap-hidangan-sahur.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.