MenHAM ke Gorontalo
Menteri HAM Natalius Pigai Datang ke Gorontalo : Serasa Pulang Kampung
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas HAM
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Hak-Asasi-Manusia-HAM-RI-Natalius-Pigai-ffff.jpg)
Selain itu, Pigai turut menyoroti potensi kawasan timur Indonesia yang dinilainya memiliki kekuatan besar bagi masa depan bangsa.
“Dari Papua sampai Gorontalo, kita punya kekuatan besar. Ini adalah bintang timur yang bercahaya, yang harus kita jaga dan kita kembangkan bersama,” ungkapnya.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM.
Menteri HAM Natalius Pigai Prioritaskan Pembangunan Desa Sadar HAM
Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa kunjungannya ke Gorontalo bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia mengungkapkan, Kementerian HAM saat ini memiliki sejumlah program prioritas yang dapat langsung diimplementasikan di daerah, salah satunya adalah pembangunan desa sadar HAM.
“Kami punya program desa sadar HAM. Ini bisa dibangun di berbagai wilayah sesuai dengan kebutuhan dan karakter daerah,” kata Pigai.
Selain itu, Kementerian HAM juga mendorong pelaksanaan pendidikan dan sosialisasi HAM hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Program tersebut mencakup penilaian kepatuhan instansi pemerintah terhadap Rencana Aksi Nasional HAM, yang melibatkan pemerintah pusat hingga daerah.
Pigai juga menyinggung upaya pengembangan bisnis berbasis HAM serta pelaksanaan musyawarah pembangunan HAM nasional.
Ia menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menyelenggarakan forum tersebut secara terstruktur.
“Musyawarah pembangunan HAM nasional ini baru pertama kali dilakukan di dunia, dan Indonesia yang memulainya,” ungkapnya.
Baginya, berbagai program tersebut membutuhkan peran aktif pemerintah daerah agar implementasinya dapat berjalan efektif.
Gubernur Gusnar akan mengundang Menteri HAM untuk menikmati potensi daerah yakni objek Wisata Hiu Paus sebelum kembali ke Jakarta. (*/Jefri)