MenHAM ke Gorontalo
Menteri HAM Natalius Pigai Datang ke Gorontalo : Serasa Pulang Kampung
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas HAM
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Hak-Asasi-Manusia-HAM-RI-Natalius-Pigai-ffff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, menghadiri kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang dipusatkan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (1/4/2026).
Amatan Wartawan TribunGorontalo.com, sejak pagi hari, suasana kampus sudah dipadati peserta. Aula utama UNG hingga area luar gedung dipenuhi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.
Antusiasme terlihat dari banyaknya peserta yang tetap bertahan hingga kegiatan berlangsung, meski harus berdiri bahkan mengikuti dari luar ruangan.
Natalius Pigai tampak mengenakan batik berwarna hijau saat memasuki lokasi kegiatan.
Kehadirannya langsung disambut perhatian peserta yang memadati ruangan.
Di barisan depan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail terlihat mengenakan kemeja putih, sementara Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok tampil dengan karawo putih khas Gorontalo.
Sejumlah pejabat dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, dan instansi vertikal lainnya tampak duduk di deretan kursi paling depan yang telah disiapkan panitia.
Sementara itu, ribuan peserta lainnya memenuhi bagian bawah hingga lantai dua gedung.
Bahkan, sebagian besar peserta terlihat berdesakan di area luar karenak kapasitas ruangan tidak mampu menampung seluruh peserta yang hadir.
Diperkirakan sekitar 5.000 orang mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.
Menteri HAM RI, Natalius Pigai, menyampaikan rasa kedekatannya dengan Gorontalo. Ia mengaku memiliki ikatan emosional dengan daerah tersebut.
“Kalau saya datang ke Gorontalo, rasanya seperti pulang kampung. Saya merasa dekat dengan daerah ini, dengan masyarakatnya, dengan suasana yang ada di sini,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga nilai kebangsaan dalam kehidupan bernegara.
Menurutnya, tanggung jawab terhadap negara dan nilai kemanusiaan harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Republik ini milik kita semua. Kita punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga, merawat, dan memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah masyarakat,” kata Pigai.