Kamis, 2 April 2026

Dapur MBG Ditutup

ALASAN Sebenarnya 16 Dapur MBG di Gorontalo Terpaksa Ditutup Pemerintah! Ternyata tak Punya Ini

Pemerintah resmi menghentikan sementara operasional 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam program MBG

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto ALASAN Sebenarnya 16 Dapur MBG di Gorontalo Terpaksa Ditutup Pemerintah! Ternyata tak Punya Ini
TribunGorontalo.com
DAPUR MBG -- SPPG Gorontalo Batudaa Payunga yang dikelola Yayasan Cita Anak Hulondalo. Dapur MBG ini ditutup sementara pemerintah karena ditemukan tak miliki IPAL. StreetViews 
Ringkasan Berita:
  • Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sistem untuk mengolah air kotor dari aktivitas dapur agar aman sebelum dibuang ke lingkungan. 
  • Proses ini bertujuan menghilangkan zat berbahaya, bakteri, dan bau sehingga tidak mencemari lingkungan atau menimbulkan penyakit. 
  • Dalam program Program Makan Bergizi Gratis (MBG), IPAL menjadi syarat wajib untuk menjamin standar kebersihan dan keamanan pangan.
 

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah resmi menghentikan sementara operasional 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Gorontalo.

Menariknya, dari belasan dapur yang disuspensi tersebut, beberapa di antaranya diketahui baru beroperasi dalam hitungan bulan, bahkan ada yang baru berjalan sekitar tiga bulan sebelum akhirnya dihentikan.

Penghentian ini tertuang dalam surat Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1211/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026, yang mengacu pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis pelaksanaan MBG tahun anggaran 2026.

Berdasarkan dokumen tersebut, alasan utama penutupan sementara karena sejumlah SPPG belum memenuhi standar penting, seperti tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan.

Baca juga: Breaking News! 16 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup Sementara Pemerintah

Kondisi ini dinilai berisiko terhadap kualitas produksi makanan, mutu gizi, hingga keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“Mempertimbangkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka ditetapkan pemberhentian operasional sementara,” demikian isi surat resmi tersebut.

Selain itu, laporan Koordinator Regional Provinsi Gorontalo tertanggal 31 Maret 2026 juga menjadi dasar kuat keputusan ini, setelah ditemukan berbagai kekurangan pada dapur-dapur MBG di lapangan.

Tak hanya operasional yang dihentikan, pemerintah melalui Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan juga merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan kepada SPPG terkait.

Kepala Regional Badan Gizi Nasional Provinsi Gorontalo, Zulkifly Talhumala, membenarkan kebijakan tersebut.

“Iyah pak,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, penutupan ini bukan karena adanya kejadian tertentu, melainkan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan program MBG.

“Penutupan itu bukan karena kejadian menonjol, tapi untuk memperbaiki kualitas SPPG,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dapur MBG yang disuspensi dapat kembali beroperasi setelah seluruh persyaratan dipenuhi, termasuk perbaikan fasilitas sanitasi dan pengelolaan limbah.

“Operasional kembali jika mitra sudah memperbaiki SPPG dan menyampaikan surat pernyataan,” jelasnya.

Saat ini, penghentian tersebut berdampak langsung pada distribusi MBG ke sekolah-sekolah di Gorontalo, yang untuk sementara waktu belum menerima layanan makan bergizi gratis hingga seluruh dapur dinyatakan layak beroperasi kembali.

Apa itu IPAL?

Pengolahan Air Limbah atau IPAL merupakan sistem yang digunakan untuk mengolah air sisa kegiatan dapur sebelum dibuang ke lingkungan.

Limbah tersebut berasal dari aktivitas seperti mencuci bahan makanan, peralatan masak, hingga sisa minyak dan kotoran lainnya.

Melalui IPAL, air limbah akan melewati beberapa tahapan penyaringan dan pengolahan agar terbebas dari zat berbahaya, bakteri, serta bau tidak sedap.

Proses ini penting untuk memastikan limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan maupun menimbulkan risiko kesehatan.

Dalam konteks dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), keberadaan IPAL menjadi salah satu syarat utama karena berkaitan langsung dengan standar higiene dan keamanan pangan.

Tanpa fasilitas tersebut, operasional dapur dinilai belum memenuhi ketentuan meskipun secara kasat mata terlihat bersih. 

Daftar 16 SPPG dan Yayasan yang Ditutup Sementara

Berikut adalah daftar lengkap SPPG di wilayah Gorontalo yang dihentikan operasionalnya serta distribusi dana bantuannya hingga perbaikan selesai dilakukan:

SPPG Gorontalo Batudaa Payunga – Yayasan Cita Anak Hulondalo

SPPG Gorontalo Boliyohuto Sidodadi – Yayasan Anurakta Bala Jati

SPPG Gorontalo Pulubala Tridharma – Yayasan Anurakta Bala Jati

SPPG Gorontalo Telaga Biru Tuladenggi – Yayasan Prabu Center Kosong Delapan

SPPG Kota Gorontalo Sipatana Molosipat U – Yayasan Mulya Sehat Sejahtera

SPPG Kota Gorontalo Sipatana Tapa – Yayasan Winarni Rahmat Ririn

SPPG Kota Gorontalo Kota Tengah Lilowo – Yayasan Hulonthalo Pangan Bergizi

SPPG Pohuwato Duhiadaa Buntulia Jaya – Yayasan Rumah Nurul Ilmi

SPPG Pohuwato Marisa Marisa Utara – Yayasan Rumah Nurul Ilmi

SPPG Boalemo Paguyaman Molombulahe – Yayasan Unggulan Anak Negeri

SPPG Boalemo Tilamuta Piloliyanga – Yayasan Unggulan Anak Negeri

SPPG Boalemo Tilamuta Hungayonaa – Yayasan Unggulan Anak Negeri

SPPG Bone Bolango Bone Raya Tumbulilato – Yayasan Nawa Cita Lestari

SPPG Bone Bolango Bulango Timur Bulotalangi Timur – Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah

SPPG Gorontalo Tabongo Moahudu 2 – Yayasan Cita Anak Hulondalo

SPPG Boalemo Botumoito Tutulo – Yayasan Unggulan Anak Negeri

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved