Mudik Gorontalo
Arus Balik Lebaran Mulai Ramai di Terminal Dungingi, Gorontalo Didominasi Penumpang dari Sulut
Arus balik Lebaran di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo, mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak H+1 Idulfitri.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ARUS-MUDIK-Potret-arus-balik-mudik-di-Terminal-Dungigi-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Arus balik Lebaran di Terminal Dungingi mulai meningkat sejak H+1, didominasi penumpang dari Manado dan Bitung dengan aktivitas kedatangan bus yang semakin ramai.
- Lonjakan penumpang mencapai sekitar 50 persen dibanding hari biasa, dengan rata-rata pergerakan sekitar 100 orang dan 10–15 unit bus per hari.
- Pihak terminal memperkirakan peningkatan masih berlangsung hingga akhir pekan dan mengimbau masyarakat menggunakan transportasi resmi demi keselamatan.
TRIBUNGORONTALO.COM — Arus balik Lebaran di Terminal Dungingi, Kota Gorontalo, mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak H+1 Idulfitri.
Aktivitas kedatangan penumpang dari luar daerah, khususnya dari Manado dan Bitung, tampak semakin ramai hingga Kamis (26/3/2026) sore.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita, satu per satu bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mulai memasuki area terminal.
Salah satunya armada Jaya Indah Express dari Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang tiba pertama kali dengan membawa sejumlah penumpang dan barang bawaan.
Baca juga: Gus Ipul Tegur Pola Kerja 804 ASN, Absen Jam 8 Pulang Jam 4
Penumpang terlihat turun sambil membawa koper, karung, hingga kardus berisi oleh-oleh khas Lebaran.
Di sisi lain, beberapa petugas dan sopir tampak sigap menurunkan barang dari bagasi hingga atap kendaraan.
Bahkan, ada yang harus naik ke atas bus untuk mengikat dan menurunkan barang bawaan yang volumenya cukup besar.
Suasana terminal dipenuhi aktivitas bongkar muat, diselingi percakapan keluarga yang saling menjemput.
Sementara itu, di area loket dan ruang tunggu, penumpang yang baru tiba tampak beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.
Sebagian lainnya terlihat sudah dijemput keluarga, menciptakan suasana haru dan hangat khas arus balik Lebaran.
Kepala Wasatpel Terminal Dungingi, Ridwan Alipu, mengatakan bahwa peningkatan arus balik sudah mulai terlihat sejak H+1 dan diperkirakan terus berlangsung hingga akhir pekan.
“Kalau arus balik ini sudah mulai sejak H+1. Bahkan biasanya masih berlanjut sampai setelah Lebaran Ketupat, sekitar satu sampai dua hari setelahnya,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Menurut Ridwan, penumpang yang tiba di Terminal Dungingi didominasi dari wilayah Manado dan Bitung, Sulawesi Utara.
Rute tersebut memang menjadi salah satu jalur favorit masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik Lebaran.
“Yang paling banyak itu dari Manado dan Bitung,” jelasnya.
Ridwan menyebutkan, jumlah penumpang selama arus mudik maupun balik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibanding hari biasa.
Dalam sehari, jumlah penumpang yang datang maupun berangkat bisa mencapai kisaran seratus orang.
“Kalau rata-rata itu sekitar seratusan penumpang, baik saat mudik maupun arus balik. Tapi ada peningkatan sekitar 50 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya.
Untuk pergerakan armada, terminal mencatat rata-rata keberangkatan bus berkisar antara 10 hingga 15 unit per hari.
Jumlah tersebut relatif stabil baik saat arus mudik maupun arus balik.
“Keberangkatan bus itu rata-rata 10 sampai 15 unit per hari,” tambahnya.
Ia memperkirakan lonjakan arus balik masih akan terjadi hingga akhir pekan, mengingat sebagian masyarakat baru kembali setelah libur panjang usai Lebaran.
“Sampai hari Sabtu dan Minggu ini masih ada peningkatan, karena sebagian masyarakat baru kembali setelah seluruh masa libur selesai, termasuk sekolah dan perkantoran,” katanya.
Meski demikian, Ridwan menegaskan bahwa pola arus balik masyarakat cukup beragam.
Ada yang memilih kembali lebih awal, namun tidak sedikit pula yang menunggu hingga usai tradisi Lebaran Ketupat.
“Tergantung masyarakat, ada yang cepat balik, ada juga yang setelah Lebaran Ketupat baru kembali,” ujarnya.
Pihak terminal juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan angkutan resmi yang telah memiliki izin operasional demi menjamin keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengimbau agar masyarakat menggunakan fasilitas transportasi resmi dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama, supaya arus balik Lebaran berjalan lancar, aman, dan tertib,” pungkasnya.(*/Jefri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.